Jumat, Maret 13, 2026
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami
id Indonesian▼
X
en Englishid Indonesian
Ronggolawe News
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
    Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

    Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

    Momentum Ramadhan Kader PDIP Tuban Diminta Lebih Peduli Rakyat

    Momentum Ramadhan Kader PDIP Tuban Diminta Lebih Peduli Rakyat

    Ditengah Tekanan Ekonomi Kader PDIP Diminta Dekat Rakyat

    Ditengah Tekanan Ekonomi Kader PDIP Diminta Dekat Rakyat

    Konsolidasi PDIP Tuban Jelang Tantangan Politik

    Konsolidasi PDIP Tuban Jelang Tantangan Politik

    Petani Tuban Ditantang Melek Digital

    Petani Tuban Ditantang Melek Digital

    Dorong Pertanian Tuban Masuk Era Digital

    Dorong Pertanian Tuban Masuk Era Digital

    Trending Tags

    • Tuban
  • Pendidikan
    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 3 Mojokerto Berlangsung Meriah

    Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 3 Mojokerto Berlangsung Meriah

    SDNU IQ Kediri Diduga Perkusi Anak Didik Karena Belum Bayar SPP

    SDNU IQ Kediri Diduga Perkusi Anak Didik Karena Belum Bayar SPP

    Siswa SMK di Tuban Diduga Tewas Tersengat Listrik saat Operasikan Mesin Bubut

    Siswa SMK di Tuban Diduga Tewas Tersengat Listrik saat Operasikan Mesin Bubut

  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
    Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

    Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

    Momentum Ramadhan Kader PDIP Tuban Diminta Lebih Peduli Rakyat

    Momentum Ramadhan Kader PDIP Tuban Diminta Lebih Peduli Rakyat

    Ditengah Tekanan Ekonomi Kader PDIP Diminta Dekat Rakyat

    Ditengah Tekanan Ekonomi Kader PDIP Diminta Dekat Rakyat

    Konsolidasi PDIP Tuban Jelang Tantangan Politik

    Konsolidasi PDIP Tuban Jelang Tantangan Politik

    Petani Tuban Ditantang Melek Digital

    Petani Tuban Ditantang Melek Digital

    Dorong Pertanian Tuban Masuk Era Digital

    Dorong Pertanian Tuban Masuk Era Digital

    Trending Tags

    • Tuban
  • Pendidikan
    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 3 Mojokerto Berlangsung Meriah

    Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 3 Mojokerto Berlangsung Meriah

    SDNU IQ Kediri Diduga Perkusi Anak Didik Karena Belum Bayar SPP

    SDNU IQ Kediri Diduga Perkusi Anak Didik Karena Belum Bayar SPP

    Siswa SMK di Tuban Diduga Tewas Tersengat Listrik saat Operasikan Mesin Bubut

    Siswa SMK di Tuban Diduga Tewas Tersengat Listrik saat Operasikan Mesin Bubut

  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Ronggolawe News
No Result
View All Result
Home Makan Bergizi Gratis

MBG: Program Gizi atau Celah Bisnis?

avatar by Ronggolawe News
13 Maret 2026
in Makan Bergizi Gratis, Opini
4 min read
0
MBG: Program Gizi atau Celah Bisnis?
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Redaksi Ronggolawe News

RelatedPosts

BGN Soroti Yayasan Jadikan MBG Bisnis

Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

PDI-P Larang Kader Bisniskan MBG

Tuban, Ronggolawe News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar dalam sejarah Indonesia. Program yang menyasar jutaan anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui ini bukan hanya agenda pemenuhan gizi, tetapi juga disebut sebagai instrumen penggerak ekonomi nasional.

Namun di lapangan, implementasi MBG tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah kritik, pertanyaan, hingga polemik muncul dari berbagai daerah. Mulai dari kualitas menu, model distribusi, hingga dugaan pengelolaan dapur yang lebih menyerupai bisnis katering atau kantin terselubung.

Tulisan ini mencoba mengupas secara lebih jernih dan komprehensif dinamika program MBG: antara idealisme kebijakan, realitas lapangan, dan potensi penyimpangan yang perlu diwaspadai.

Program Sosial dengan Anggaran Raksasa

MBG dijalankan dengan skala anggaran yang sangat besar. Tahun 2026, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp268 triliun untuk program ini melalui BGN.

Dana tersebut sebagian besar disalurkan langsung ke dapur-dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.

Konsep yang dibangun sebenarnya cukup ideal:
dapur SPPG memasak makanan bergizi setiap hari untuk dibagikan kepada anak-anak sekolah serta kelompok rentan.

Program ini juga diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi lokal karena bahan pangan dipasok dari petani, nelayan, peternak, koperasi, hingga UMKM sekitar.

Secara konsep, MBG adalah program gizi sekaligus stimulus ekonomi desa dan daerah.

Namun dalam implementasi, persoalan mulai muncul.

Skema Dana per Anak

Di banyak daerah, skema pembiayaan MBG sering dipahami secara sederhana oleh masyarakat.
Angka yang paling sering disebut adalah Rp15.000 per anak.

Namun dana ini sebenarnya tidak seluruhnya digunakan untuk bahan makanan.

Di sejumlah dapur MBG, pembagian anggaran secara praktik sering dijabarkan kira-kira sebagai berikut:
sekitar Rp8.000 – Rp10.000 untuk bahan makanan
sekitar Rp3.000 – Rp5.000 untuk operasional dapur
termasuk honor relawan atau pekerja dapur
biaya distribusi
biaya logistik dan utilitas

Di sinilah muncul polemik pertama.
Sebagian masyarakat mempertanyakan apakah menu dengan harga Rp8.000–Rp10.000 mampu memenuhi standar gizi yang ditargetkan pemerintah.

Karena jika tidak dikelola secara efisien dan transparan, kualitas makanan bisa menurun.

Relawan atau Pekerja?

Polemik lain muncul pada istilah relawan dapur MBG.
Secara formal, banyak dapur menggunakan istilah relawan.
Namun pada praktiknya mereka menerima honor.
Hal ini memunculkan kritik dari sejumlah pihak.
Jika mereka menerima bayaran tetap, maka secara logika mereka sebenarnya pekerja dapur, bukan relawan.

Perdebatan ini penting karena berkaitan dengan:
transparansi penggunaan dana
status ketenagakerjaan
tanggung jawab operasional
Beberapa pengelola dapur bahkan menyebut biaya tenaga kerja bisa mencapai Rp5.000 per porsi jika dihitung dengan operasional lainnya.
Ini berarti dana bahan makanan bisa semakin terbatas.

Kantin Sekolah atau Dapur MBG?

Di sejumlah daerah, muncul istilah baru di kalangan masyarakat: “kantin MBG”.

Hal ini muncul karena model distribusi makanan sering dilakukan seperti layanan kantin sekolah.

Beberapa sekolah bahkan menerima makanan yang dipasok dari satu dapur yang sama setiap hari.

Dalam beberapa kasus, dapur MBG hanya berfungsi sebagai penyedia makanan siap antar, mirip sistem katering.

Dari sinilah muncul kritik yang cukup tajam:

“Jangan sampai MBG berubah menjadi bisnis catering yang berkedok program sosial.”

Kritik ini bukan tanpa alasan.
Beberapa laporan di daerah menunjukkan ada yayasan atau pihak tertentu yang mengelola lebih dari satu dapur MBG sekaligus.

Fenomena “Ternak Yayasan”

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang bahkan pernah mengungkap fenomena yang disebut “ternak yayasan.”

Istilah ini merujuk pada pihak yang mendirikan yayasan hanya untuk mendapatkan kontrak pengelolaan dapur MBG.
Dalam beberapa kasus, satu kelompok bisa mengelola banyak dapur sekaligus.

Masalahnya muncul ketika orientasi berubah dari program sosial menjadi model bisnis.

Dampaknya bisa berupa:
penghematan berlebihan pada bahan makanan
fasilitas dapur yang minim
peralatan tidak diganti
standar operasional tidak terpenuhi
Jika kondisi ini dibiarkan, kualitas layanan MBG berpotensi menurun.
Pengawasan yang Tidak Mudah

Salah satu tantangan terbesar program MBG adalah skala operasionalnya yang sangat besar.
Saat ini jumlah dapur MBG di seluruh Indonesia sudah mencapai puluhan ribu.

Artinya setiap hari:
jutaan porsi makanan dimasak
ribuan pemasok bahan pangan terlibat
distribusi berlangsung di ribuan sekolah

Dengan skala sebesar ini, pengawasan menjadi tantangan serius.
BGN sendiri mengakui bahwa sumber daya manusia untuk pengawasan masih terbatas.

Karena itu pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi dengan:
pemerintah daerah
satgas MBG
pengawas gizi
media
masyarakat

Potensi Dampak Ekonomi

Terlepas dari berbagai kritik, MBG juga memiliki potensi dampak ekonomi yang sangat besar.
Jika dikelola dengan baik, program ini dapat:
meningkatkan serapan hasil pertanian
menciptakan pasar tetap bagi petani
membuka lapangan kerja dapur
memperkuat ekonomi desa

Beberapa laporan bahkan menyebut harga komoditas tertentu meningkat karena adanya pembelian rutin dari dapur MBG.

Namun manfaat ini hanya akan terasa jika rantai pasok benar-benar melibatkan petani lokal, bukan dimonopoli oleh pemasok besar.

Transparansi Jadi Kunci

Pada akhirnya, keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada besar kecilnya anggaran.
Yang lebih penting adalah:
transparansi pengelolaan
kualitas menu
standar operasional dapur
pengawasan yang konsisten

Program sebesar ini akan selalu memiliki risiko penyimpangan.
Namun dengan pengawasan yang kuat dan keterlibatan publik, MBG tetap berpotensi menjadi salah satu kebijakan sosial paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia.

MBG di Persimpangan Jalan

Saat ini MBG berada di persimpangan.
Di satu sisi, ia adalah program gizi nasional yang sangat strategis.
Di sisi lain, skala anggaran yang besar juga membuka peluang penyimpangan jika tidak diawasi secara ketat.

Pertanyaan yang kini muncul di tengah masyarakat bukan lagi apakah MBG penting atau tidak.
Tetapi:
apakah program ini benar-benar akan menjadi investasi sosial untuk masa depan anak-anak Indonesia, atau justru berubah menjadi ladang bisnis bagi segelintir pihak.

Jawaban atas pertanyaan itu akan sangat ditentukan oleh komitmen pemerintah, integritas pengelola dapur, serta peran aktif masyarakat dan media dalam mengawasi pelaksanaannya.

Reportase dan Opini Redaksi
Media Ronggolawe News

Tags: atauCelah Bisnis?MBG: Program Gizi
Previous Post

Reses DPRD Mojokerto Serap Aspirasi

Next Post

Penanganan Kasus Sajam Jenu Dipertanyakan

avatar

Ronggolawe News

Next Post
Penanganan Kasus Sajam Jenu Dipertanyakan

Penanganan Kasus Sajam Jenu Dipertanyakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Penanganan Kasus Sajam Jenu Dipertanyakan
  • MBG: Program Gizi atau Celah Bisnis?
  • Reses DPRD Mojokerto Serap Aspirasi
  • BGN Soroti Yayasan Jadikan MBG Bisnis
  • Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

Komentar Terbaru

  • Margaret936 pada Proyek Pemeliharaan Jalan di Mojokerto Diduga Gunakan Tanah Brungki, untuk Alas Cor, Kualitas Dipertanyakan

RelatedPosts

BGN Soroti Yayasan Jadikan MBG Bisnis

Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

PDI-P Larang Kader Bisniskan MBG

Info Penting

Recent Post

Penanganan Kasus Sajam Jenu Dipertanyakan
Hukum & Kriminal

Penanganan Kasus Sajam Jenu Dipertanyakan

13 Maret 2026
MBG: Program Gizi atau Celah Bisnis?
Makan Bergizi Gratis

MBG: Program Gizi atau Celah Bisnis?

13 Maret 2026
Reses DPRD Mojokerto Serap Aspirasi
Iklan/Advetorial

Reses DPRD Mojokerto Serap Aspirasi

13 Maret 2026
BGN Soroti Yayasan Jadikan MBG Bisnis
Makan Bergizi Gratis

BGN Soroti Yayasan Jadikan MBG Bisnis

12 Maret 2026
Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat
Opini

Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

11 Maret 2026

Kategori

  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Iklan/Advetorial
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Kebudayaan dan Religi
  • Makan Bergizi Gratis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Seputar Jatim
  • Seputar Tambang
  • Seputar Tuban
  • Siaran Pers
  • TNI & POLRI
  • Tokoh
  • Tragedi nasional
  • Uncategorized

Ronggolawe News by IBII System

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami

© 2020 ronggolawenews.com design ibi system

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In