Sabtu, Maret 14, 2026
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami
id Indonesian▼
X
en Englishid Indonesian
Ronggolawe News
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
    Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

    Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

    Momentum Ramadhan Kader PDIP Tuban Diminta Lebih Peduli Rakyat

    Momentum Ramadhan Kader PDIP Tuban Diminta Lebih Peduli Rakyat

    Ditengah Tekanan Ekonomi Kader PDIP Diminta Dekat Rakyat

    Ditengah Tekanan Ekonomi Kader PDIP Diminta Dekat Rakyat

    Konsolidasi PDIP Tuban Jelang Tantangan Politik

    Konsolidasi PDIP Tuban Jelang Tantangan Politik

    Petani Tuban Ditantang Melek Digital

    Petani Tuban Ditantang Melek Digital

    Dorong Pertanian Tuban Masuk Era Digital

    Dorong Pertanian Tuban Masuk Era Digital

    Trending Tags

    • Tuban
  • Pendidikan
    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 3 Mojokerto Berlangsung Meriah

    Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 3 Mojokerto Berlangsung Meriah

    SDNU IQ Kediri Diduga Perkusi Anak Didik Karena Belum Bayar SPP

    SDNU IQ Kediri Diduga Perkusi Anak Didik Karena Belum Bayar SPP

    Siswa SMK di Tuban Diduga Tewas Tersengat Listrik saat Operasikan Mesin Bubut

    Siswa SMK di Tuban Diduga Tewas Tersengat Listrik saat Operasikan Mesin Bubut

  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
    Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

    Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

    Momentum Ramadhan Kader PDIP Tuban Diminta Lebih Peduli Rakyat

    Momentum Ramadhan Kader PDIP Tuban Diminta Lebih Peduli Rakyat

    Ditengah Tekanan Ekonomi Kader PDIP Diminta Dekat Rakyat

    Ditengah Tekanan Ekonomi Kader PDIP Diminta Dekat Rakyat

    Konsolidasi PDIP Tuban Jelang Tantangan Politik

    Konsolidasi PDIP Tuban Jelang Tantangan Politik

    Petani Tuban Ditantang Melek Digital

    Petani Tuban Ditantang Melek Digital

    Dorong Pertanian Tuban Masuk Era Digital

    Dorong Pertanian Tuban Masuk Era Digital

    Trending Tags

    • Tuban
  • Pendidikan
    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 3 Mojokerto Berlangsung Meriah

    Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 3 Mojokerto Berlangsung Meriah

    SDNU IQ Kediri Diduga Perkusi Anak Didik Karena Belum Bayar SPP

    SDNU IQ Kediri Diduga Perkusi Anak Didik Karena Belum Bayar SPP

    Siswa SMK di Tuban Diduga Tewas Tersengat Listrik saat Operasikan Mesin Bubut

    Siswa SMK di Tuban Diduga Tewas Tersengat Listrik saat Operasikan Mesin Bubut

  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Ronggolawe News
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menjemput Lailatul Qadar di Ujung Ramadan

avatar by Ronggolawe News
14 Maret 2026
in Berita Utama, Opini
3 min read
0
Menjemput Lailatul Qadar di Ujung Ramadan
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Anto Sutanto

RelatedPosts

MBG: Program Gizi atau Celah Bisnis?

Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

Ahok Tantang Jaksa Usik Istana

Tuban, Ronggolawe News — Bulan Ramadan bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan dahaga sejak fajar hingga matahari terbenam. Ia adalah ruang spiritual yang luas bagi umat Islam untuk menata kembali hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan dirinya sendiri.

Di dalam perjalanan spiritual itu, puncaknya terletak pada sepuluh hari terakhir Ramadan, sebuah fase yang diyakini menyimpan malam paling agung dalam kalender ibadah umat Islam: Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar diyakini sebagai malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Artinya, satu malam ibadah di dalamnya memiliki nilai spiritual setara dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun. Nilai ini bukan sekadar angka simbolik, melainkan pesan teologis yang sangat kuat bahwa Tuhan memberikan kesempatan luar biasa bagi manusia untuk memperbaiki diri, memohon ampun, dan menata kembali arah hidupnya.

Ramadan sebagai Proses Penyucian
Puasa Ramadan sejatinya adalah proses penyucian diri. Ia mengajarkan disiplin, kesabaran, pengendalian hawa nafsu, serta empati terhadap sesama. Ketika seseorang menahan lapar dan dahaga, sesungguhnya ia sedang belajar memahami penderitaan orang lain yang hidup dalam kekurangan.

Namun dalam praktik sosialnya, sering kali puasa dipersempit hanya pada ritual fisik. Banyak orang berhasil menahan lapar, tetapi belum tentu berhasil menahan amarah, kesombongan, atau bahkan keserakahan. Padahal inti puasa adalah membangun kesadaran moral dan spiritual.

Di titik inilah sepuluh hari terakhir Ramadan menjadi penting. Ia adalah fase evaluasi: apakah puasa yang dijalankan selama dua puluh hari sebelumnya benar-benar membawa perubahan dalam diri, atau sekadar rutinitas tahunan.

Sepuluh Hari Terakhir: Fase Kontemplasi

Dalam tradisi Islam, Nabi Muhammad memberikan perhatian khusus pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Beliau memperbanyak ibadah, memperpanjang doa, dan bahkan melakukan i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah.

Tradisi ini memiliki makna yang sangat dalam. Ia mengajarkan bahwa manusia membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan dunia, menenangkan pikiran, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Dalam kehidupan modern yang serba cepat, manusia sering kehilangan ruang kontemplasi. Kesibukan pekerjaan, tekanan ekonomi, dan dinamika sosial membuat banyak orang jarang memiliki waktu untuk merenung. Sepuluh hari terakhir Ramadan sebenarnya adalah momentum untuk mengembalikan dimensi spiritual itu.

Misteri Lailatul Qadar

Salah satu keunikan Lailatul Qadar adalah ketidakpastian waktunya. Tidak ada satu pun ayat atau hadis yang secara pasti menyebutkan tanggalnya. Yang disebutkan hanyalah bahwa malam tersebut berada pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Mengapa Tuhan menyembunyikan waktunya?

Para ulama menjelaskan bahwa hal itu agar manusia tidak hanya beribadah pada satu malam saja. Dengan ketidakpastian tersebut, umat Islam didorong untuk meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir.
Ini adalah bentuk pendidikan spiritual yang sangat halus: manusia diajak untuk konsisten dalam ibadah, bukan hanya mencari “momen instan” keberkahan.

Lailatul Qadar dan Transformasi Diri

Jika dipahami secara mendalam, Lailatul Qadar bukan sekadar malam penuh pahala. Ia adalah simbol transformasi diri.

Orang yang benar-benar meraih Lailatul Qadar seharusnya mengalami perubahan dalam hidupnya. Ia menjadi lebih jujur, lebih peduli terhadap sesama, lebih rendah hati, dan lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

Dengan kata lain, Lailatul Qadar bukan hanya pengalaman spiritual yang terjadi dalam satu malam, tetapi sebuah titik balik moral dalam kehidupan seseorang.

Tantangan Ramadan di Era Modern

Di era digital saat ini, Ramadan juga menghadapi tantangan baru. Media sosial, konsumsi hiburan digital, dan gaya hidup modern sering kali menggerus kualitas ibadah.

Tidak jarang malam Ramadan justru dihabiskan dengan aktivitas yang jauh dari nilai spiritual. Waktu yang seharusnya digunakan untuk membaca Al-Qur’an, berzikir, atau berdoa, justru habis untuk menggulir layar ponsel.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tantangan utama puasa di era modern bukan hanya menahan lapar, tetapi mengendalikan distraksi digital yang begitu kuat.

Spirit Sosial Ramadan

Selain dimensi spiritual, Ramadan juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Tradisi berbagi makanan, sedekah, santunan kepada anak yatim, hingga kegiatan sosial di berbagai komunitas menunjukkan bahwa Ramadan adalah bulan solidaritas.

Nilai ini sangat penting dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia yang plural dan dinamis. Ramadan mengajarkan bahwa keberagamaan tidak hanya diukur dari ritual ibadah, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama.

Seseorang mungkin rajin beribadah di masjid, tetapi jika ia tidak peduli terhadap penderitaan orang lain, maka nilai Ramadan belum sepenuhnya hadir dalam hidupnya.
Menjemput Lailatul Qadar dengan Kesadaran

Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah kesempatan terakhir bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadahnya. Momentum ini seharusnya dimanfaatkan dengan memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Lebih dari itu, ia adalah waktu untuk melakukan refleksi mendalam tentang kehidupan:
apakah kita sudah menjadi manusia yang lebih baik dibandingkan tahun lalu?
apakah kita sudah cukup adil terhadap orang lain?
apakah kita sudah menggunakan kekuasaan, harta, dan kesempatan hidup dengan benar?

Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang sebenarnya membawa seseorang mendekati makna sejati Lailatul Qadar.

Penutup

Pada akhirnya, Ramadan adalah perjalanan spiritual yang sangat personal. Setiap orang memiliki cara dan pengalaman yang berbeda dalam menjalaninya.

Namun satu hal yang pasti: Lailatul Qadar hanya dapat diraih oleh mereka yang benar-benar mencarinya dengan hati yang tulus.

Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah undangan terbuka dari Tuhan bagi manusia untuk kembali kepada-Nya.

Bagi yang mampu memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh, malam itu bukan hanya menjadi malam penuh pahala, tetapi juga malam yang mengubah arah hidupnya.

Dan mungkin di situlah rahasia terbesar Ramadan:
bahwa di tengah keheningan malam, ketika manusia bersujud dengan penuh kerendahan hati, Tuhan memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk memulai hidup yang baru.

(Opini – Media Ronggolawe News)

Tags: di UjungMenjemput Lailatul QadarRamadan
Previous Post

Penanganan Kasus Sajam Jenu Dipertanyakan

avatar

Ronggolawe News

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Menjemput Lailatul Qadar di Ujung Ramadan
  • Penanganan Kasus Sajam Jenu Dipertanyakan
  • MBG: Program Gizi atau Celah Bisnis?
  • Reses DPRD Mojokerto Serap Aspirasi
  • BGN Soroti Yayasan Jadikan MBG Bisnis

Komentar Terbaru

  • Margaret936 pada Proyek Pemeliharaan Jalan di Mojokerto Diduga Gunakan Tanah Brungki, untuk Alas Cor, Kualitas Dipertanyakan

RelatedPosts

MBG: Program Gizi atau Celah Bisnis?

Kader PDIP Kabupaten Tuban Harus Turun ke Rakyat

Ahok Tantang Jaksa Usik Istana

Info Penting

Recent Post

Menjemput Lailatul Qadar di Ujung Ramadan
Berita Utama

Menjemput Lailatul Qadar di Ujung Ramadan

14 Maret 2026
Penanganan Kasus Sajam Jenu Dipertanyakan
Hukum & Kriminal

Penanganan Kasus Sajam Jenu Dipertanyakan

13 Maret 2026
MBG: Program Gizi atau Celah Bisnis?
Makan Bergizi Gratis

MBG: Program Gizi atau Celah Bisnis?

13 Maret 2026
Reses DPRD Mojokerto Serap Aspirasi
Iklan/Advetorial

Reses DPRD Mojokerto Serap Aspirasi

13 Maret 2026
BGN Soroti Yayasan Jadikan MBG Bisnis
Makan Bergizi Gratis

BGN Soroti Yayasan Jadikan MBG Bisnis

12 Maret 2026

Kategori

  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Iklan/Advetorial
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Kebudayaan dan Religi
  • Makan Bergizi Gratis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Seputar Jatim
  • Seputar Tambang
  • Seputar Tuban
  • Siaran Pers
  • TNI & POLRI
  • Tokoh
  • Tragedi nasional
  • Uncategorized

Ronggolawe News by IBII System

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami

© 2020 ronggolawenews.com design ibi system

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In