Tuban, Ronggolawe News – Pemerintah Kabupaten Tuban mulai mengakselerasi penguatan ekonomi desa dengan menyalurkan puluhan armada operasional kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebanyak 42 unit truk resmi diserahkan dalam seremoni di halaman Kodim 0811 Tuban, Rabu (25/03/2026).
Penyerahan dilakukan lintas unsur pimpinan daerah, mulai dari Wakil Bupati Tuban, jajaran TNI, DPRD, hingga Forkopimda. Keterlibatan berbagai pihak ini menegaskan bahwa program tersebut tidak sekadar bantuan aset, melainkan bagian dari skema penguatan ekonomi berbasis desa yang diawasi secara kolektif.
Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menekankan bahwa keberadaan armada bukan jaminan keberhasilan tanpa tata kelola yang disiplin. Ia mengingatkan, koperasi harus segera membangun sistem administrasi, perencanaan bisnis, serta pengelolaan keuangan yang transparan.
“Jangan sampai aset ada, tapi tidak dikelola dengan baik. Ini harus tertib sejak awal,” tegasnya.
Selain itu, aspek akuntabilitas menjadi sorotan utama. Pemerintah meminta setiap unit kendaraan dicatat secara jelas, terutama karena status kepemilikan melibatkan koperasi dan pemerintah desa. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi konflik maupun penyalahgunaan aset di kemudian hari.
Dari total rencana 328 unit, tahap awal ini difokuskan pada koperasi yang dinilai siap secara operasional. Pemkab memastikan pendampingan akan terus dilakukan, mulai dari manajemen hingga implementasi usaha, agar kendaraan benar-benar digunakan sesuai kebutuhan ekonomi riil desa.
Namun, sejumlah tantangan masih mengemuka di lapangan, termasuk keterbatasan infrastruktur dan lahan di beberapa wilayah. Pemerintah menyebut solusi teknis telah disiapkan, termDi sisi lain, pemerintah desa menyambut positif program tersebut.
Kepala Desa Simo, Kecamatan Soko, M. Sukur, menilai bantuan ini membuka peluang baru dalam menggerakkan ekonomi berbasis desa.
“Ini menjadi langkah nyata untuk mendorong ekonomi dari bawah. Jika desa bergerak, daerah akan ikut tumbuh,” ujarnya.
Program KDKMP sendiri disebut sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pengelolaan, bukan sekadar distribusi aset.
Dengan demikian, penyaluran truk operasional ini menjadi ujian awal bagi koperasi desa: apakah mampu mengubah aset menjadi produktivitas, atau justru berhenti sebagai simbol program tanpa dampak nyata.
Reportase Media Ronggolawe News
Mengabarkan






























