Jakarta, Ronggolawe News — Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan publik setelah menerima penghargaan sebagai “Penggerak Ekonomi” dalam kategori Peningkatan Ekonomi Rakyat berkat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penghargaan tersebut diberikan dalam acara A Symphony of Nusantara, peringatan satu dekade Nusantara TV, di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Di tengah apresiasi itu, sebagian pihak menilai penghargaan ini hadir di saat program MBG masih menghadapi berbagai tantangan, terutama soal kualitas, pengawasan, dan pemerataan distribusi.
Penghargaan Tetap Diterima, Evaluasi Tetap Diperlukan
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, mengungkapkan bahwa apresiasi tersebut menjadi tanda bahwa program MBG tidak hanya menyasar kebutuhan gizi anak Indonesia, tetapi memberikan efek nyata bagi ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, penyedia katering, dan rantai distribusi lokal.
“MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi. Ia menciptakan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat, terutama melalui dapur penyedia dan UMKM pangan,” ujar Hida.
Namun sejumlah pengamat menilai bahwa apresiasi saja tidak cukup. Program sebesar MBG, yang menyangkut jutaan siswa, harus dibarengi akuntabilitas publik dan laporan berkala mengenai penggunaan anggaran maupun standar keamanan pangan.
Dampak Ekonomi: Nyata, Tapi Tidak Merata
Meski efek ekonomi MBG diakui banyak pihak, laporan lapangan menunjukkan bahwa distribusi manfaat ekonomi tidak selalu merata. Di beberapa daerah, hanya segelintir vendor besar yang memperoleh kontrak, sementara UMKM lokal belum sepenuhnya terserap dalam rantai pasok.
Pakar kebijakan publik menilai bahwa penghargaan ekonomi seharusnya juga menjadi pemicu untuk memastikan seluruh elemen usaha kecil ikut terdampak positif, bukan hanya pemain besar.
Kerja Kolektif Diakui, Pengawasan Tetap PR Besar
Dalam sambutannya, Hida menegaskan bahwa penghargaan ini didedikasikan untuk seluruh pihak yang bekerja dalam ekosistem gizi nasional.
“Ini adalah hasil kerja kolektif. Ada pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra dapur, tenaga lapangan, hingga komunitas yang bergerak secara simultan demi keberhasilan program gizi nasional,” ujarnya.
Meski demikian, BGN juga diharapkan memperkuat mekanisme pengawasan agar tidak terulang kasus keracunan makanan di sejumlah daerah yang sebelumnya sempat mencoreng program MBG.
Harapan Baru: Penguatan Kolaborasi dengan Media
BGN menyatakan bahwa media memiliki peran penting sebagai garda edukasi masyarakat tentang gizi seimbang dan keamanan pangan. Ke depan, lembaga tersebut berharap kemitraan dengan media—termasuk media daerah seperti Ronggolawe News—dapat semakin diperluas.
Langkah ini disebut penting untuk memastikan informasi terkait gizi anak, standar kualitas MBG, dan capaian program dapat tersebar merata hingga ke pelosok Indon
Kesimpulan
Penghargaan yang diterima BGN menunjukkan adanya pengakuan terhadap kontribusi ekonomi program MBG. Namun apresiasi ini juga harus dibaca sebagai titik refleksi: semakin besar apresiasi, semakin besar pula tuntutan terhadap transparansi, pengawasan, dan akuntabilitas publik.
Ronggolawe News akan terus mengawal implementasi MBG sebagai program strategis bangsa yang harus berjalan bersih, aman, dan tepat sasaran.





























