Tuban, Ronggolawe News – Upaya mendorong modernisasi sektor pertanian terus digalakkan melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Upgrading Sektor Pertanian Tuban di Era Digital” yang digelar di Kabupaten Tuban, Sabtu (07/03/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi serta dihadiri para mahasiswa dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian.
Acara ini juga menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dapil Bojonegoro–Tuban, Ony Setiawan, yang menekankan pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing pertanian di daerah.
Menurutnya, pertanian tidak lagi bisa dikelola secara konvensional semata, melainkan harus mulai memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
“Pertanian di Tuban memiliki potensi besar. Namun untuk meningkatkan daya saing, para petani perlu mulai mengenal dan memanfaatkan teknologi digital, mulai dari sistem informasi pasar, penggunaan aplikasi pertanian, hingga pengelolaan hasil panen secara modern,” ujar Ony dalam paparannya, yang disampaikan oleh Kusmen. Di Gedung Pertemuan BLKI Tuban.
Dalam forum tersebut, akademisi dari Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, Soejarwoto, SH., MH., turut memberikan pandangan kritis terkait tantangan dan peluang sektor pertanian di era teknologi.
Menurutnya, digitalisasi pertanian merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari apabila daerah ingin meningkatkan kesejahteraan petani.
“Pertanian modern membutuhkan dukungan teknologi informasi, mulai dari sistem pemasaran digital, pemetaan lahan berbasis data, hingga akses informasi harga dan distribusi. Tanpa itu, petani kita akan kesulitan bersaing,” ujar Soedjarwoto.
Ia juga menegaskan bahwa peran perguruan tinggi sangat penting dalam mendampingi masyarakat untuk memahami pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian.
Sementara itu, narasumber lainnya, M. Hanif, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan transformasi pertanian.
“Jika kolaborasi ini berjalan baik, maka petani di Tuban tidak hanya menjadi produsen hasil pertanian, tetapi juga mampu mengelola rantai pemasaran secara lebih luas melalui platform digital,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri oleh para mahasiswa dari Universitas Sunan Bonang Tuban yang hadir sebagai undangan.
Kehadiran generasi muda dinilai penting dalam mempercepat proses adaptasi teknologi di sektor pertanian.
Diskusi yang berlangsung cukup interaktif tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan dan inovasi baru dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Tuban agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan memanfaatkan teknologi digital, para peserta berharap sektor pertanian di Tuban dapat berkembang lebih modern, efisien, dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan petani.
- Kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi petani yang adaptif terhadap teknologi, sehingga sektor pertanian di Kabupaten Tuban dapat berkembang lebih maju, produktif, dan berdaya saing di era digital.
Reportase Media Ronggolawe News mengabarkan.






























