TUBAN | Ronggolawe News – Kekerasan yang diduga dilakukan oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Parengan kini berbuntut panjang. Salah satu korban, Prasojo (48), karyawan SPBU Parengan, harus menjalani observasi medis intensif akibat patah tulang hidung setelah menjadi sasaran pemukulan dan injakan kaki pelaku.
Insiden yang melibatkan empat karyawan SPBU tersebut terjadi di area pelayanan BBM dan terekam jelas kamera CCTV. Pelaku berinisial J, diketahui menjabat staf Kasi PMD Kecamatan Parengan sekaligus sopir pribadi Camat Parengan.
“Hari ini Pak Prasojo dirujuk ke RSUD Tuban untuk observasi dan persiapan operasi hidung,” ungkap Agus, Mandor SPBU Parengan, Selasa (9/2/2026).
Agus menegaskan, pihak keluarga korban menuntut agar kasus ini tidak diselesaikan secara internal. Bahkan, anak korban yang bertugas sebagai aparat di Ibu Kota Nusantara (IKN) secara tegas meminta manajemen SPBU dan aparat penegak hukum memproses perkara ini hingga tuntas.
“Pihak keluarga tidak terima. Mereka minta kasus ini berjalan sesuai hukum,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, insiden bermula dari sikap arogan pelaku yang memarkir mobil hitamnya tepat di pintu pulau pengisian BBM Pertamax, dengan posisi menghalangi jalur layanan.
“Tidak ada antrean. Hanya ada satu motor yang mau isi BBM. Mobil pelaku di belakang motor itu,” jelas Ferdi, salah satu operator SPBU.
Saat operator meminta waktu untuk pengecekan stok BBM menggunakan deepstick manual, pelaku J tiba-tiba turun dari kendaraan dan meluapkan emosi.
“Saya tidak tahu apa salah saya. Tiba-tiba dia turun, marah-marah, lalu menjambak,” kata Ferdi.
Upaya meredam situasi justru berujung petaka. Nasroh, mandor SPBU, yang berniat menenangkan pelaku malah menjadi korban pemukulan di bagian perut dan wajah.
“Kami coba menenangkan, tapi justru dipukul,” ujar Nasroh.
Aksi brutal berlanjut saat pelaku mendatangi Prasojo, mencekik leher korban, memukul wajah hingga terjatuh dengan hidung berdarah, lalu menginjak kaki korban dalam kondisi tak berdaya. Dua karyawan lain yang baru datang pun ikut menjadi sasaran bentakan kasar.
“Kamu anak kecil, tidak usah ikut-ikutan,” kata pelaku dengan nada tinggi, menurut saksi.
Tak berhenti di situ, Riswadi, tukang kebun SPBU yang mencoba melerai, justru mendapat bogem mentah hingga pipinya bengkak dan benjol.
Seluruh korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Kasus ini memicu kecaman warga Kecamatan Parengan, khususnya Desa Parangbatu, yang menilai tindakan pelaku mencoreng wibawa ASN.
“Pelaku memang dikenal temperamental. Kami sepakat kasus ini harus lanjut ke jalur hukum,” tegas Vivin Marita, Kepala Dusun Dolok sekaligus ibu dari operator Ferdi.
Sementara itu, Polsek Parengan telah memanggil tiga pelapor untuk dimintai keterangan pada Minggu (8/2/2026). Sedangkan Prasojo belum dapat diperiksa karena masih menjalani perawatan medis.
Kasus ini menjadi alarm keras bahwa pelayanan publik tidak boleh dikotori oleh arogansi kekuasaan, terlebih dilakukan oleh aparatur negara yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat.
Reportase Media Ronggolawe News
Mengabarkan






























