Tuban, Ronggolawe News —
Di antara dua bulan agung, Jumadil Akhir dan Sya’ban, Rajab hadir sebagai bulan sunyi yang penuh getar spiritual. Ia bukan bulan hingar, bukan pula bulan perayaan. Rajab datang perlahan, mengetuk hati orang-orang yang masih mau berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia, lalu menengadah ke langit dengan doa yang jujur dan penuh harap.
Bulan Rajab adalah bulan memuliakan Allah, bulan menata niat sebelum Ramadan menyapa. Di bulan inilah doa-doa dilantunkan dengan lirih, bukan untuk dipamerkan, tetapi untuk diperdengarkan kepada Dzat Yang Maha Mendengar.
Dengan menyebut nama-Nya, hamba-hamba yang lemah kembali bersimpuh:
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah, Ya Razzaq, Engkaulah Dzat yang membentangkan rezeki tanpa batas. Kami datang kepada-Mu dengan tangan kosong dan hati penuh harap. Anugerahkanlah kepada kami rezeki yang halal, luas, dan penuh keberkahan.
Cukupkanlah kami dengan pemberian-Mu agar kami tidak terjerumus dalam ketamakan, dan jadikan setiap rezeki sebagai jalan untuk semakin taat dan bersyukur kepada-Mu.
Di bulan Rajab, manusia kembali menyadari rapuhnya diri. Maka keselamatan pun dimohonkan:
Ya Allah, Ya Salam, limpahkan kepada kami keselamatan dalam setiap langkah kehidupan. Selamatkan kami dari bahaya yang tampak maupun tersembunyi. Jagalah kami dalam perjalanan, dalam pekerjaan, dalam rumah tangga, dan dalam seluruh urusan dunia hingga akhirat. Jadikan hati kami tenang karena Engkau yang menjaga.
Dan ketika tubuh mulai lelah oleh beban hidup, Rajab mengajarkan kita untuk kembali mengetuk pintu kesembuhan:
Ya Allah, Ya Syafi, Engkaulah Maha Penyembuh. Anugerahkanlah kepada kami kesehatan yang utuh dan berkelanjutan. Kesehatan yang menolong kami untuk berdiri dalam shalat, kuat dalam amal, dan lapang dalam berbuat kebaikan. Jika sakit Engkau titipkan, jadikan ia penghapus dosa dan penguat kesabaran.
Rajab bukan hanya tentang permintaan, tetapi tentang kelembutan takdir:
Ya Allah, Ya Latif, lembutkanlah hidup kami dengan karunia-Mu. Satukan rezeki, keselamatan, dan kesehatan dalam keberkahan yang menyeluruh. Lindungilah kami dari nikmat yang melalaikan dan keselamatan yang menjauhkan kami dari ingat kepada-Mu.
Di ujung doa, harapan diserahkan sepenuhnya:
Ya Allah, Ya Mujib, terimalah doa yang terucap dengan keikhlasan ini. Tetapkan hati kami dalam syukur dan tawakal hingga akhir hayat. Jangan Engkau biarkan kami berpaling dari-Mu setelah menerima nikmat-Mu.
Aamiin Yā Robbal ‘Alamiin.
Rajab mengajarkan satu hal penting:
Sebelum Ramadan membersihkan dosa, dan sebelum Sya’ban menyiapkan jiwa, Rajab terlebih dahulu menundukkan hati. Karena doa yang paling syahdu bukan yang paling keras terdengar, melainkan yang paling jujur dipanjatkan.
— Tim Spiritual Ronggolawe News
Mengabarkan






























