Tuban, Ronggolawe News – Gelombang pencurian sumur bor di wilayah Desa Talun dan sekitarnya kian memuncak. Warga kini bukan hanya merugi, tetapi juga mulai kehilangan kepercayaan terhadap penanganan aparat, setelah kasus serupa berulang tanpa kejelasan.
Peristiwa terbaru terjadi pada malam 29 Maret 2026 di wilayah Kecamatan Montong, di mana sedikitnya enam titik sumur bor dibobol dalam satu malam. Salah satu yang paling vital adalah sumur bor untuk air minum warga yang melayani dua dusun, yakni Layuti dan Upeng Jero.
Berdasarkan keterangan di lapangan, sumur tersebut berada di tengah area persawahan, jauh dari permukiman. Kondisi ini diduga dimanfaatkan pelaku untuk beraksi leluasa tanpa terdeteksi.
“Barusan saya datangi lokasi. Ini sumur untuk kebutuhan air minum dua kampung, Layuti dan Upeng Jero,” ujar Nara sumber
Pelaku diketahui menggasak kabel instalasi listrik dari jaringan induk hingga meteran PLN, serta perangkat mesin di dalam rumah sumur bor. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, mengingat harga material dan peralatan yang tidak murah.
Fenomena ini bukan kejadian baru. Dalam dua tahun terakhir, hampir seluruh sumur bor di kawasan tersebut pernah menjadi sasaran pencurian, bahkan ada yang mengalami kehilangan berulang hingga tiga kali dalam setahun. Salah satu titik yang terdokumentasi bahkan telah dibobol hingga enam kali.
Warga mengaku telah berulang kali melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Namun, hingga kini belum ada hasil konkret yang dirasakan masyarakat.
“Setiap ada kejadian, pihak Polsek pasti tahu. Sudah berkali-kali dilaporkan, tapi mungkin karena lokasinya di tengah ladang, penanganannya sulit. Kesan di masyarakat, seperti tidak ada respons,” ungkapnya.
Kondisi ini memicu keresahan mendalam. Tidak hanya sektor pertanian yang terganggu akibat rusaknya sistem irigasi, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih ikut terancam.
Upaya pengamanan mandiri seperti ronda malam hingga pembangunan rumah pelindung dengan pintu besi ternyata belum mampu menahan aksi pelaku yang diduga berpengalaman dan terorganisir.
Situasi ini menuntut langkah cepat dan serius dari aparat penegak hukum. Tanpa tindakan tegas dan strategi pengamanan yang tepat, wilayah pertanian yang jauh dari jangkauan akan terus menjadi sasaran empuk kejahatan.
Ronggolawe News menegaskan, negara tidak boleh absen di tengah jeritan petani. Ketika sumber air masyarakat dijarah berulang, yang dipertaruhkan bukan sekadar aset, melainkan keberlangsungan hidup warga desa.
Reportase Media Ronggolawe News mengabarkan





















