MOJOKERTO | Ronggolawe News – Semangat sejarah dan kebanggaan terhadap warisan leluhur kembali menggema dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Mojokerto dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto yang digelar di Gedung Graha Whicesa DPRD Kabupaten Mojokerto, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Jumat (08/05/2026).
Peringatan hari jadi yang jatuh setiap 9 Mei itu bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi panjang perjalanan sejarah Mojokerto yang memiliki keterkaitan kuat dengan kejayaan Kerajaan Majapahit, salah satu peradaban terbesar di Nusantara.
Rapat paripurna berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forkopimda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah daerah, hingga berbagai elemen masyarakat yang turut memberikan penghormatan terhadap perjalanan panjang Kabupaten Mojokerto selama lebih dari tujuh abad.
Usia ke-733 tahun menjadikan Mojokerto bukan sekadar daerah administratif biasa, melainkan wilayah yang menyimpan jejak penting sejarah bangsa. Dari tanah inilah peradaban besar Majapahit pernah berdiri dan meninggalkan warisan budaya, politik, hingga nilai-nilai persatuan Nusantara yang masih dikenang hingga hari ini.
Menelusuri Sejarah Hari Jadi Mojokerto
Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ternyata tidak lahir secara instan. Pemerintah Kabupaten Mojokerto membutuhkan proses panjang dan kajian mendalam untuk menentukan tanggal yang benar-benar merepresentasikan identitas sejarah masyarakat Mojokerto.
Awalnya, hari jadi Kabupaten Mojokerto pernah ditetapkan pada 12 September 1938. Namun tanggal tersebut dianggap belum mencerminkan akar historis Mojokerto yang erat dengan Kerajaan Majapahit.
Saat itu, Bupati Mojokerto Mahmoed Zain melakukan langkah serius dengan menggagas penelusuran sejarah untuk mencari momentum yang dinilai paling tepat sebagai tonggak lahirnya Kabupaten Mojokerto.
Berbagai forum ilmiah kemudian digelar, mulai seminar sejarah tahun 1991 hingga simposium pada 1992 yang melibatkan para sejarawan, akademisi, budayawan, serta tokoh masyarakat.
Pemerintah daerah juga membentuk tim khusus penyusunan sejarah Mojokerto secara komprehensif agar penetapan hari jadi tidak sekadar formalitas administratif, melainkan memiliki landasan historis yang kuat.
Dari hasil kajian tersebut, ditemukan sejumlah momentum penting yang berkaitan dengan perjalanan Raden Wijaya dalam mendirikan Kerajaan Majapahit.
Salah satu peristiwa paling penting adalah saat Raden Wijaya menyusun strategi menghadapi pasukan Tar-Tar setelah memperoleh izin kembali ke wilayah Majapahit.
Momentum itu dipandang sebagai awal kemenangan diplomasi dan militer yang kemudian menjadi tonggak berdirinya Majapahit.
Dalam kalender Masehi, peristiwa bersejarah tersebut jatuh pada 9 Mei 1293.
Setelah melalui pembahasan bersama DPRD, akhirnya tanggal 9 Mei resmi ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Mojokerto melalui Surat Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 230 Tahun 1993 tertanggal 8 Mei 1993.
Simbol Majapahit dalam Logo Hari Jadi
Nuansa sejarah Majapahit juga terlihat kuat dalam logo Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 tahun 2026.
Angka “733” tampil sebagai elemen utama dengan dominasi warna emas yang melambangkan kejayaan, kemuliaan, dan semangat membangun daerah.
Lekukan biru tua yang mengalir memberikan kesan dinamis sekaligus mencerminkan perjalanan panjang Mojokerto yang terus bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya.
Di belakang angka tersebut tampak ilustrasi bangunan candi yang menjulang, menjadi simbol kuat kejayaan Majapahit yang hingga kini melekat dalam identitas Mojokerto.
Sementara tulisan “Kabupaten Mojokerto” ditampilkan tegas dengan huruf kapital biru gelap yang memperlihatkan karakter kokoh dan berwibawa.
Logo itu juga dilengkapi tagline:
“Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata.”
Tagline tersebut menjadi bagian dari visi pembangunan yang diusung Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra.
Semangat Pembangunan dan Kesadaran Pajak
Selain menjadi momentum sejarah, peringatan Hari Jadi Mojokerto juga dijadikan ajang membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya partisipasi dalam pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengajak masyarakat untuk lebih tertib membayar pajak sebagai bentuk kontribusi nyata mendukung pembangunan daerah yang lebih maju, adil, dan makmur.
Pajak dinilai menjadi salah satu sumber penting pembiayaan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat.
Warisan Sejarah untuk Generasi Muda
Peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto juga menjadi pengingat penting bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah daerahnya sendiri.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan modernisasi, nilai-nilai perjuangan, kebesaran budaya, serta semangat persatuan dari masa Majapahit diharapkan tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Mojokerto hari ini.
Kabupaten Mojokerto tidak hanya dikenal sebagai wilayah industri dan pertanian, tetapi juga sebagai pusat sejarah besar Nusantara yang melahirkan semangat kejayaan bangsa.
Dengan usia yang telah mencapai 733 tahun, masyarakat Mojokerto diharapkan mampu menjaga warisan leluhur sekaligus membangun masa depan daerah yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya. (heniADV)
Reportase Ronggolawe News mengabarkan






















