Oleh: Anto Sutanto
Pemimpin Redaksi Media Ronggolawe News
Tuban, Ronggolawe News — Berkumpulnya ratusan kader PDI Perjuangan Kabupaten Tuban dalam kegiatan Sarasehan dan Buka Puasa Bersama memperingati Nuzulul Qur’an 1447 H bukan sekadar agenda seremonial Ramadan.
Lebih dari itu, momentum ini dapat dimaknai sebagai refleksi politik tentang bagaimana partai menjaga kedekatan dengan rakyat.
Acara yang dihadiri jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban serta Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Tuban tersebut menunjukkan soliditas organisasi di tingkat daerah. Namun, di tengah dinamika sosial dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, konsolidasi internal saja tidak cukup. Kader partai dituntut lebih sering hadir di tengah masyarakat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ony Setiawan, SE, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tubuh partai.
“Saya berharap terjadi persatuan di internal partai, sehingga PDI Perjuangan semakin kuat dan semakin dicintai rakyat,” tegas Ony.
Pernyataan tersebut mengandung pesan penting: kekuatan partai pada akhirnya diukur dari seberapa besar kepercayaan rakyat. Dan kepercayaan itu tidak lahir dari ruang rapat atau forum formal semata, melainkan dari kerja nyata kader di lapangan.
Hal serupa juga disinggung oleh Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Prastyono, SE, MM, yang akrab disapa Didon. Ia mengingatkan bahwa situasi global saat ini tidak sedang baik-baik saja.
Kenaikan harga energi, tekanan ekonomi, hingga dinamika politik nasional menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Dalam konteks itulah, kader partai diharapkan semakin peka terhadap kondisi masyarakat, terutama kelompok yang paling terdampak.
Didon juga menyinggung surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang menjadi pengingat penting bagi seluruh kader untuk menjaga disiplin organisasi dan arah perjuangan partai.
Sementara itu, tausiyah Ramadan yang disampaikan Ustad Nurul Yaqin Anas, S.Ag, M.Pd.I, Kepala KUA Kecamatan Merakurak sekaligus Pengasuh Ponpes Salafiyah, memberi dimensi spiritual dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai pengingat untuk memperkuat keimanan, kejujuran, serta kepedulian sosial.
Pada akhirnya, sarasehan yang ditutup dengan doa bersama dan persiapan buka puasa tersebut menjadi pengingat bahwa politik sejatinya tidak bisa dipisahkan dari nilai kemanusiaan.
Bagi kader partai, terutama di daerah seperti Tuban yang masyarakatnya banyak bergantung pada sektor pertanian, pesisir, dan usaha kecil, kehadiran nyata di tengah rakyat menjadi kunci utama.
Partai politik akan tetap relevan ketika kadernya tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga hadir di akar rumput—mendengar keluhan, memahami persoalan, dan ikut mencari solusi bagi masyarakat.
Karena pada akhirnya, politik bukan sekadar tentang kekuasaan, tetapi tentang keberpihakan kepada rakyat. (Redaksi Media Ronggolawe News)





























