Rabu, Juli 29, 2026
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami
id Indonesian▼
X
en Englishid Indonesian
Ronggolawe News
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
    Peringati 30 Tahun Kudatuli, PDIP Tuban Tegaskan Sejarah Perjuangan Demokrasi Tak Boleh Dilupakan

    Peringati 30 Tahun Kudatuli, PDIP Tuban Tegaskan Sejarah Perjuangan Demokrasi Tak Boleh Dilupakan

    Diskusi Bulan Bung Karno 2026, Ony Setiawan: Pemikiran Soekarno ,Harus Menjadi Kompas Moral dan Politik Kader Bangsa

    Diskusi Bulan Bung Karno 2026, Ony Setiawan: Pemikiran Soekarno ,Harus Menjadi Kompas Moral dan Politik Kader Bangsa

    Fraksi PKB Serap Aspirasi Perangkat Desa Mojokerto Kesejahteraan, BPJS, dan Purna Bakti Jadi Sorotan Utama

    Fraksi PKB Serap Aspirasi Perangkat Desa Mojokerto Kesejahteraan, BPJS, dan Purna Bakti Jadi Sorotan Utama

    PDIP Lantik 206 Pengurus PAC Kabupaten Tuban

    PDIP Lantik 206 Pengurus PAC Kabupaten Tuban

    PDIP Tuban Potong Lima Hewan Qurban

    PDIP Tuban Potong Lima Hewan Qurban

    Empat Ranperda Disorot, DPRD Mojokerto Bergerak

    Empat Ranperda Disorot, DPRD Mojokerto Bergerak

    Trending Tags

    • Tuban
  • Pendidikan
    Teror Penagihan ke Sekolah: Ujian Perlindungan Privasi dan Tanggung Jawab Institusi Pendidikan

    Teror Penagihan ke Sekolah: Ujian Perlindungan Privasi dan Tanggung Jawab Institusi Pendidikan

    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 3 Mojokerto Berlangsung Meriah

    Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 3 Mojokerto Berlangsung Meriah

    SDNU IQ Kediri Diduga Perkusi Anak Didik Karena Belum Bayar SPP

    SDNU IQ Kediri Diduga Perkusi Anak Didik Karena Belum Bayar SPP

  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
    Peringati 30 Tahun Kudatuli, PDIP Tuban Tegaskan Sejarah Perjuangan Demokrasi Tak Boleh Dilupakan

    Peringati 30 Tahun Kudatuli, PDIP Tuban Tegaskan Sejarah Perjuangan Demokrasi Tak Boleh Dilupakan

    Diskusi Bulan Bung Karno 2026, Ony Setiawan: Pemikiran Soekarno ,Harus Menjadi Kompas Moral dan Politik Kader Bangsa

    Diskusi Bulan Bung Karno 2026, Ony Setiawan: Pemikiran Soekarno ,Harus Menjadi Kompas Moral dan Politik Kader Bangsa

    Fraksi PKB Serap Aspirasi Perangkat Desa Mojokerto Kesejahteraan, BPJS, dan Purna Bakti Jadi Sorotan Utama

    Fraksi PKB Serap Aspirasi Perangkat Desa Mojokerto Kesejahteraan, BPJS, dan Purna Bakti Jadi Sorotan Utama

    PDIP Lantik 206 Pengurus PAC Kabupaten Tuban

    PDIP Lantik 206 Pengurus PAC Kabupaten Tuban

    PDIP Tuban Potong Lima Hewan Qurban

    PDIP Tuban Potong Lima Hewan Qurban

    Empat Ranperda Disorot, DPRD Mojokerto Bergerak

    Empat Ranperda Disorot, DPRD Mojokerto Bergerak

    Trending Tags

    • Tuban
  • Pendidikan
    Teror Penagihan ke Sekolah: Ujian Perlindungan Privasi dan Tanggung Jawab Institusi Pendidikan

    Teror Penagihan ke Sekolah: Ujian Perlindungan Privasi dan Tanggung Jawab Institusi Pendidikan

    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 3 Mojokerto Berlangsung Meriah

    Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 3 Mojokerto Berlangsung Meriah

    SDNU IQ Kediri Diduga Perkusi Anak Didik Karena Belum Bayar SPP

    SDNU IQ Kediri Diduga Perkusi Anak Didik Karena Belum Bayar SPP

  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Ronggolawe News
No Result
View All Result
Home Kebudayaan dan Religi

BULAN SURO: JALAN SUNYI MENUJU KESEMPURNAAN BATIN

avatar by Ronggolawe News
12 Juni 2026
in Kebudayaan dan Religi
4 min read
0
BULAN SURO: JALAN SUNYI MENUJU KESEMPURNAAN BATIN
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Dari Persiapan, Malam 1 Suro, Sesaji, Pantangan hingga Lelaku Spiritual yang Menjadi Warisan Leluhur Jawa
Oleh: Anto Sutanto

RelatedPosts

Malam 1 Suro: Saat Tirai Alam Gaib Diyakini Menjadi Tipis

Baliho Raksasa PB XIV Mangkubumi Muncul di Gladag, Peneguhan Tahta Keraton Solo Kembali Menguat

Garebeg Perdana PB XIV Tegaskan Era Baru Keraton Surakarta

Malam 1 Suro Tahun Jawa 1959/1960 Be 2026 secara umum bertepatan dengan Senin malam, 15 Juni 2026, memasuki Selasa, 16 Juni 2026, bersamaan dengan datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah menurut kalender yang telah diterbitkan Kementerian Agama RI.

Tuban, Media Ronggolawe News – Bulan Suro merupakan salah satu bulan yang paling sakral dalam tradisi masyarakat Jawa. Bulan ini bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Jawa, melainkan sebuah momentum spiritual yang mengajak manusia kembali memahami hakikat dirinya sebagai bagian dari alam semesta dan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam pandangan para leluhur Jawa, Bulan Suro adalah bulan untuk melakukan introspeksi, membersihkan batin, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, menjaga hubungan dengan alam, serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Karena kesakralannya, masyarakat Jawa kuno meyakini bahwa Bulan Suro bukanlah waktu untuk bersenang-senang secara berlebihan. Sebaliknya, bulan ini digunakan untuk mengurangi hawa nafsu duniawi, memperbanyak doa, tirakat, semedi, puasa, dan berbagai bentuk laku prihatin.

Di berbagai daerah di Jawa, terutama yang masih memegang teguh adat istiadat leluhur, datangnya Bulan Suro selalu disambut dengan berbagai persiapan lahir dan batin.

PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN SURO

Persiapan menyambut Bulan Suro biasanya dilakukan beberapa hari sebelum tanggal 1 Suro tiba.
Masyarakat membersihkan rumah, halaman, tempat ibadah, makam leluhur, hingga pusaka keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam filosofi Jawa, membersihkan lingkungan bukan hanya membersihkan kotoran fisik, tetapi juga simbol membersihkan hati dari iri, dengki, kemarahan, dan berbagai sifat buruk yang melekat selama setahun terakhir.

Para pemilik keris, tombak, dan berbagai pusaka biasanya mulai menyiapkan prosesi jamasan pusaka. Air bunga setaman, minyak cendana, minyak melati, dan berbagai perlengkapan ritual disiapkan dengan penuh kehati-hatian.

Di sejumlah Pesanggrahan budaya dan keraton, para sesepuh mulai melakukan puasa mutih, puasa ngrowot, hingga puasa ngebleng sebagai bentuk persiapan memasuki malam yang dianggap sangat sakral.

Bagi sebagian masyarakat Jawa, menyambut Suro berarti mempersiapkan hati untuk memasuki tahun baru dengan jiwa yang lebih bersih dan lebih tenang.

MAKNA MALAM 1 SURO

Malam 1 Suro diyakini sebagai malam pergantian energi kehidupan.
Bagi masyarakat Jawa, malam tersebut merupakan saat ketika batas antara dunia fisik dan dunia spiritual dianggap sangat tipis.
Karena itu banyak orang memilih melakukan tirakat semalam suntuk.

Malam 1 Suro bukan malam pesta.
Bukan malam hiburan.
Bukan malam keramaian.
Melainkan malam perenungan yang mendalam.

Di berbagai tempat, masyarakat berkumpul untuk menggelar doa bersama, tahlil, dzikir, pengajian, kenduri, hingga semedi.

Di keraton-keraton Jawa, tradisi kirab pusaka dilaksanakan dalam suasana hening. Tidak ada musik keras, tidak ada sorak-sorai, hanya langkah kaki yang berjalan perlahan sebagai simbol perjalanan hidup manusia menuju kesempurnaan.

Keheningan menjadi bahasa utama malam tersebut.
Karena dalam keheningan, manusia dapat mendengar suara hatinya sendiri.

SESAJI DALAM TRADISI SURO

Sesaji sering disalahpahami sebagai bentuk pemujaan.
Padahal dalam filosofi Jawa yang asli, sesaji merupakan simbol rasa syukur kepada Tuhan atas karunia kehidupan.

Berbagai sesaji yang biasa disiapkan antara lain:
Tumpeng putih
Ingkung ayam
Bubur merah putih
Pisang raja
Kembang setaman
Kelapa muda
Air putih
Jajanan pasar tradisional

Masing-masing memiliki makna tersendiri.
Bubur merah putih melambangkan keseimbangan kehidupan.
Kembang setaman melambangkan keharuman budi pekerti.
Kelapa melambangkan keteguhan hati.
Air putih melambangkan kesucian jiwa.
Sedangkan tumpeng merupakan simbol hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Para sesepuh Jawa selalu menekankan bahwa yang terpenting bukanlah bentuk sesajinya, melainkan niat syukur dan doa yang menyertainya.

PANTANGAN SELAMA BULAN SURO

Dalam tradisi Jawa terdapat sejumlah pantangan yang dipercaya harus dihormati selama Bulan Suro.
Pantangan tersebut bukan aturan mutlak, melainkan bentuk kehati-hatian spiritual yang diwariskan turun-temurun.

Beberapa pantangan yang dikenal masyarakat antara lain:

Tidak Menggelar Hajatan Besar
Banyak masyarakat Jawa menghindari pernikahan, khitanan, atau pesta besar pada Bulan Suro.
Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa Bulan Suro adalah bulan prihatin dan perenungan.

Menghindari Konflik
Masyarakat dianjurkan menahan amarah dan menghindari pertengkaran.
Suro dianggap sebagai waktu membersihkan hati, bukan menambah permusuhan.

Mengurangi Foya-Foya
Leluhur Jawa mengajarkan kesederhanaan selama Bulan Suro.
Pengeluaran yang berlebihan dianggap bertentangan dengan semangat tirakat.

Menjaga Ucapan
Segala perkataan harus dijaga.
Fitnah, ghibah, adu domba, dan kebohongan dipercaya dapat merusak nilai spiritual yang sedang dibangun.

LELAKU YANG DIJALANI SELAMA BULAN SURO
Bulan Suro dikenal sebagai bulan tirakat.
Berbagai lelaku dijalani oleh masyarakat sesuai kemampuan masing-masing.

1. Puasa Mutih
Hanya mengonsumsi nasi putih dan air putih.
Tujuannya mengendalikan hawa nafsu serta membersihkan pikiran.

2. Puasa Ngrowot
Tidak makan nasi dan menggantinya dengan buah-buahan atau umbi-umbian.
Laku ini melatih kesederhanaan hidup.

3. Tapa Bisu
Mengurangi atau menghentikan komunikasi selama waktu tertentu.
Tujuannya agar manusia lebih banyak mendengar suara batinnya.

4. Semedi
Dilakukan di tempat yang tenang seperti pendopo, gua, makam leluhur, tepi sungai, atau tempat-tempat yang dianggap sakral.
Semedi bertujuan mencapai ketenangan batin dan kedekatan dengan Tuhan.

5. Ziarah Makam Leluhur
Tradisi ini dilakukan untuk mendoakan orang tua dan leluhur yang telah mendahului.
Sekaligus mengingatkan bahwa kehidupan dunia
bersifat sementara.

6. Jamasan Pusaka
Membersihkan keris, tombak, dan benda pusaka lainnya.
Selain perawatan fisik, kegiatan ini menjadi sarana menghormati sejarah dan perjuangan para leluhur.

7. Sedekah dan Berbagi
Lelaku yang paling utama sebenarnya adalah berbagi kepada sesama.
Karena kesempurnaan spiritual tidak hanya dicapai melalui tirakat pribadi, tetapi juga melalui kepedulian sosial.

FILOSOFI TERDALAM BULAN SURO

Hakikat Bulan Suro bukanlah perkara mistik atau pencarian kesaktian.
Lebih dari itu, Suro mengajarkan manusia untuk mengenali dirinya sendiri.
Para leluhur Jawa mewariskan sebuah ajaran sederhana:
“Sing sapa bisa ngalahake awake dhewe, bakal menang marang donyane.”
Barang siapa mampu mengalahkan dirinya sendiri, maka ia akan mampu menaklukkan dunia.

Musuh terbesar manusia bukanlah orang lain.
Melainkan kesombongan, kemarahan, keserakahan, dan hawa nafsunya sendiri.
Karena itulah Bulan Suro menjadi jalan sunyi menuju kebijaksanaan.

Di tengah dunia yang semakin gaduh oleh ambisi, persaingan, dan kepentingan, Bulan Suro mengajak manusia kembali kepada keheningan.
Kembali kepada alam.
Kembali kepada leluhur.
Kembali kepada Tuhan.

Sebab pada akhirnya, semua perjalanan hidup akan bermuara pada satu tujuan yang sama: menemukan kedamaian sejati dalam hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan jiwa yang senantiasa berserah kepada kehendak Sang Pencipta.

“Suro bukan tentang mencari kesaktian, melainkan mencari jati diri. Bukan tentang menguasai dunia, melainkan menguasai diri sendiri.” — Anto Sutanto 

Tuban, 12 Juni 2026
Pesanggrahan Punakawan Muda Ranggalawe

Tags: BULAN SURO: JALAN SUNYIKESEMPURNAAN BATINMenuju
Previous Post

Fraksi PKB Serap Aspirasi Perangkat Desa Mojokerto Kesejahteraan, BPJS, dan Purna Bakti Jadi Sorotan Utama

Next Post

Bulan Bung Karno, Menyalakan Api Perjuangan dari Tuban

avatar

Ronggolawe News

Next Post
Bulan Bung Karno, Menyalakan Api Perjuangan dari Tuban

Bulan Bung Karno, Menyalakan Api Perjuangan dari Tuban

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Peringati 30 Tahun Kudatuli, PDIP Tuban Tegaskan Sejarah Perjuangan Demokrasi Tak Boleh Dilupakan
  • Kudatuli: Ketika Kekerasan Politik Justru Melahirkan Kekuatan Perjuangan
  • ESDM Jatim Siapkan Perizinan Tambang Berbasis AI, Targetkan Akhiri Celah Pungli
  • Spanyol Taklukkan Argentina, Akhiri Penantian 16 Tahun Gelar Juara Dunia
  • Karangan Bunga Bukan Sekadar Formalitas, Tetapi Simbol Harapan untuk Polresta Tuban

Komentar Terbaru

  • Margaret936 pada Proyek Pemeliharaan Jalan di Mojokerto Diduga Gunakan Tanah Brungki, untuk Alas Cor, Kualitas Dipertanyakan

RelatedPosts

Malam 1 Suro: Saat Tirai Alam Gaib Diyakini Menjadi Tipis

Baliho Raksasa PB XIV Mangkubumi Muncul di Gladag, Peneguhan Tahta Keraton Solo Kembali Menguat

Garebeg Perdana PB XIV Tegaskan Era Baru Keraton Surakarta

Info Penting

Recent Post

Peringati 30 Tahun Kudatuli, PDIP Tuban Tegaskan Sejarah Perjuangan Demokrasi Tak Boleh Dilupakan
Peristiwa

Peringati 30 Tahun Kudatuli, PDIP Tuban Tegaskan Sejarah Perjuangan Demokrasi Tak Boleh Dilupakan

27 Juli 2026
Kudatuli: Ketika Kekerasan Politik Justru Melahirkan Kekuatan Perjuangan
Opini

Kudatuli: Ketika Kekerasan Politik Justru Melahirkan Kekuatan Perjuangan

27 Juli 2026
ESDM Jatim Siapkan Perizinan Tambang Berbasis AI, Targetkan Akhiri Celah Pungli
Seputar Jatim

ESDM Jatim Siapkan Perizinan Tambang Berbasis AI, Targetkan Akhiri Celah Pungli

20 Juli 2026
Spanyol Taklukkan Argentina, Akhiri Penantian 16 Tahun Gelar Juara Dunia
Olahraga

Spanyol Taklukkan Argentina, Akhiri Penantian 16 Tahun Gelar Juara Dunia

20 Juli 2026
Karangan Bunga Bukan Sekadar Formalitas, Tetapi Simbol Harapan untuk Polresta Tuban
Opini

Karangan Bunga Bukan Sekadar Formalitas, Tetapi Simbol Harapan untuk Polresta Tuban

17 Juli 2026

Kategori

  • Berita Utama
  • Hewan kesayangan
  • Hukum & Kriminal
  • Iklan/Advetorial
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Kebudayaan dan Religi
  • Makan Bergizi Gratis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Seputar Jatim
  • Seputar Tambang
  • Seputar Tuban
  • Siaran Pers
  • Subsidi
  • TNI & POLRI
  • Tokoh
  • Tragedi nasional
  • Uncategorized

Ronggolawe News by IBII System

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami

© 2020 ronggolawenews.com design ibi system

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In