Mojokerto, Ronggolawe News – Sebanyak 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mojokerto melaksanakan reses tahap pertama tahun 2026 yang dimulai pada Senin malam (9/03/2026). Kegiatan ini menjadi momentum bagi para wakil rakyat untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat.
Reses merupakan agenda rutin legislatif yang bertujuan menampung berbagai persoalan warga di tingkat akar rumput. Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan beragam kebutuhan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, pengurusan layanan kesehatan seperti BPJS dan KIS, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Namun, di tengah pelaksanaan agenda tersebut muncul hal yang cukup menyita perhatian. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang semula dijadwalkan menjalankan reses selama tiga hari, diketahui memperpanjang kegiatan menjadi empat hari, berbeda dari jadwal yang telah ditetapkan panitia DPRD.
Salah satu anggota DPRD dari Fraksi PKB daerah pemilihan 3, Mohammad Agus Fauzan, menggelar kegiatan reses di wilayah Puri, Sooko, dan Trowulan. Agenda tersebut dilaksanakan di kediaman Kepala Desa Brangkal, Kecamatan Sooko.
Dalam sambutannya, Agus Fauzan menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat dapil 3 yang telah memberikan dukungan sehingga dirinya dapat duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Mojokerto.
“Di sini saya bukan siapa-siapa tanpa dukungan masyarakat. Terima kasih atas perjuangan warga yang telah mempercayakan amanah ini kepada saya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, di antaranya terkait akses BPJS, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), hingga kebutuhan bantuan bagi masyarakat kurang mampu.
Kegiatan reses itu turut dihadiri Kepala Desa Brangkal Ely Nur Suryani, unsur TNI-Polri setempat, serta anggota DPR RI Fraksi PKB Rusdi Kirana.
Melalui reses tahap pertama ini, diharapkan aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga penguatan UMKM lokal dapat terakomodasi dan diperjuangkan dalam program pembangunan daerah.(heni/adv)






























