Tuban, Ronggolawe News — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menuntaskan salah satu tahapan penting konsolidasi organisasi dengan menggelar Pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Tuban Masa Bakti 2026–2031, Minggu (31/05/2026), di Gedung KSPKP Tuban.
Pelantikan yang dilakukan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian proses penjaringan, penyaringan, penetapan, hingga pengukuhan kepengurusan PAC dari 20 kecamatan di Kabupaten Tuban.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda administratif partai, melainkan juga momentum strategis untuk memperkuat mesin organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan politik, sosial, dan ekonomi di masa mendatang.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tuban, pengurus PAC dari 20 kecamatan, perwakilan calon pengurus ranting dari desa-desa se-Kabupaten Tuban, serta sejumlah tamu undangan.
Wajah Baru Organisasi Partai
Pelantikan kali ini menghadirkan komposisi kepengurusan yang mencerminkan perpaduan antara pengalaman dan regenerasi.
Dari total 206 pengurus PAC yang dilantik, sekitar 37 persen berasal dari generasi Z dan milenial berusia di bawah 35 tahun, sementara sisanya merupakan kader senior yang telah berpengalaman dalam aktivitas organisasi dan politik.
Dari sisi keterwakilan gender, komposisi kepengurusan juga menunjukkan peningkatan partisipasi perempuan. Sebanyak 39 persen pengurus merupakan kader perempuan, sedangkan 61 persen lainnya kader laki-laki.
Komposisi tersebut dinilai sebagai langkah nyata partai dalam mempersiapkan regenerasi kepemimpinan sekaligus membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan politik di tingkat akar rumput.
Pengurus Anak Cabang sendiri merupakan struktur partai di tingkat kecamatan yang memiliki peran strategis sebagai ujung tombak organisasi dalam menjalankan program-program partai serta menjembatani komunikasi antara masyarakat dan partai.
Konsolidasi Menuju Lima Mantap
Pelaksanaan konsolidasi organisasi ini mengacu pada Peraturan PDI Perjuangan Nomor 01 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Konferensi Daerah, Konferensi Cabang, Musyawarah Anak Cabang, Musyawarah Ranting, dan Musyawarah Anak Ranting, serta Adendum Peraturan Partai Nomor 01-A Tahun 2026.
Melalui proses konsolidasi tersebut, partai menargetkan terwujudnya konsep Lima Mantap, yaitu Mantap Ideologi, Mantap Organisasi, Mantap Kader, Mantap Program, dan Mantap Sumber Daya.
Selain itu, konsolidasi juga diarahkan untuk meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat mekanisme kepemimpinan partai, mengembangkan kualitas sumber daya manusia kader, serta melakukan evaluasi organisasi secara berkelanjutan.
Dimeriahkan Reog dan Kesenian Kader Muda
Suasana pelantikan berlangsung meriah dan penuh semangat. Selain prosesi pengukuhan pengurus, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni yang dibawakan oleh kader muda PDI Perjuangan Kabupaten Tuban.
Pagelaran Reog, tari tradisional, hingga musik menjadi bagian dari rangkaian acara yang mendapat sambutan antusias dari para peserta.
Kehadiran pertunjukan budaya tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa PDI Perjuangan tetap berkomitmen menjaga nilai-nilai budaya bangsa sebagai bagian dari identitas politik dan ideologi partai.
Bagikan Bibit Sukun, Simbol Ketahanan Pangan
Dalam kesempatan tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban juga menyerahkan bibit pohon sukun kepada para pengurus PAC.
Langkah ini merupakan bagian dari program partai dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional melalui pengembangan tanaman pendamping beras.
Bagi kader PDI Perjuangan, pohon sukun memiliki makna historis yang sangat kuat. Pohon ini sering disebut sebagai “Pohon Pancasila” karena berkaitan dengan perjalanan sejarah Bung Karno saat menjalani masa pengasingan di Ende, Flores, pada tahun 1934 hingga 1938.
Di bawah rindangnya pohon sukun yang menghadap ke laut itulah Bung Karno kerap merenung dan menggali nilai-nilai kebangsaan yang kemudian melahirkan rumusan dasar negara, Pancasila.
Karena itu, pembagian bibit sukun tidak hanya dimaknai sebagai program penghijauan atau ketahanan pangan, tetapi juga sebagai simbol penguatan ideologi dan nasionalisme.
Ony Setiawan : Tantangan Partai Semakin Kompleks
Dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban, Ony Setiawan, SE, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi merupakan agenda rutin lima tahunan yang diatur dalam AD/ART partai.
Namun menurutnya, konsolidasi kali ini memiliki makna yang lebih strategis karena dilakukan di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.
“Konsolidasi ini bukan sekadar menjalankan aturan organisasi. Kita sedang mempersiapkan partai untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks, baik dari dalam maupun luar organisasi,” ujar Ony.
Ia menilai bahwa perkembangan teknologi, perubahan pola komunikasi masyarakat, hingga dinamika sosial-politik nasional menuntut partai untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri ideologisnya.
Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam struktur partai menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi.
“Kita harus membuka ruang lebih luas bagi anak-anak muda untuk berjuang bersama partai. Mereka adalah energi baru yang akan membawa semangat perubahan sekaligus melanjutkan perjuangan untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Menurut Ony, regenerasi kepemimpinan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas kader agar organisasi tetap kuat dan relevan di tengah perubahan zaman.
DPD Jatim Tekankan Disiplin dan Soliditas
Dikesempatan yang sama. Wakil Kepala Bidang DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Yuwono, mengapresiasi semangat para pengurus PAC di Kabupaten Tuban yang dinilai memiliki komitmen kuat untuk terus membangun daerah.
Dia juga menegaskan pentingnya menjaga disiplin organisasi dan soliditas kader di semua tingkatan.
“PDI Perjuangan Tuban sangat luar biasa. Seluruh pengurus anak cabang memiliki semangat tinggi untuk terus membangun Tuban,” kata pria yang akrab dipanggil Logos.
Ia menekankan pentingnya kerja-kerja kerakyatan yang dilakukan secara gotong royong oleh seluruh instrumen partai. Menurutnya, orientasi utama partai adalah memperjuangkan kesejahteraan rakyat sekaligus memenangkan kontestasi politik secara konstitusional.
“Partai menekankan kerja kerakyatan untuk kesejahteraan rakyat dan tentunya untuk merebut kekuasaan secara konstitusional, yaitu memenangkan pemilu, pilkada, dan pilpres,” ujarnya.
Selain itu, Logos juga mengingatkan seluruh kader untuk terus menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab merawat bumi pertiwi.
“Yang tidak kalah penting adalah terkait merawat pertiwi. Ini harus menjadi dasar juga bagi seluruh kader,” paparnya.
Menurutnya, PAC merupakan ujung tombak partai yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, keberhasilan partai sangat bergantung pada kemampuan pengurus tingkat kecamatan dalam menjalankan program dan menjaga komunikasi dengan rakyat.
Logos juga mengingatkan bahwa kader harus terus hadir di tengah masyarakat, mendengar persoalan yang dihadapi warga, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang.
“Partai akan kuat apabila pengurusnya dekat dengan rakyat. Karena itu, seluruh pengurus PAC yang baru dilantik harus menjadi penggerak organisasi sekaligus pelayan masyarakat,” pesannya.
Menyongsong Agenda Politik dan Kerakyatan
Pelantikan 206 pengurus PAC se-Kabupaten Tuban menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat struktur partai hingga tingkat kecamatan.
Dengan kombinasi kader senior dan generasi muda, serta penguatan ideologi melalui konsolidasi organisasi, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban berharap mampu menghadirkan organisasi yang semakin solid, modern, dan dekat dengan rakyat.
Lebih dari sekadar pergantian kepengurusan, pelantikan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja-kerja politik kerakyatan, memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan partai tetap hadir di tengah kehidupan rakyat Tuban.
Reportase Media Ronggolawe News mengabarkan























