Opini
Oleh : Anto Sutanto
Semangat Bung Karno dalam Jiwa Media Ronggolawe News
Di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali dipenuhi sensasi, fitnah, dan kepentingan kelompok tertentu, masih ada sosok-sosok yang mencoba menjaga api nasionalisme tetap menyala.
Salah satunya terlihat dalam semangat yang terpancar dari sosok Dirut PT Ronggolawe News, yang dikenal sebagai pengagum berat Proklamator Republik Indonesia, Soekarno.
Foto ilustrasi bergaya modern penuh warna itu bukan sekadar gambar biasa. Di dalamnya tersimpan simbol keberanian, loyalitas, semangat perjuangan, dan jiwa nasionalisme yang kuat.
Sosok muda dengan simbol banteng dan tulisan “Berani, Tegas, Setia” seakan menggambarkan karakter media yang ingin berdiri tegak di tengah tekanan zaman. Sedangkan figur berpakaian militer dengan peci hitam dan kacamata hitam menghadirkan nuansa kepemimpinan tegas ala pemimpin bangsa di masa perjuangan.
Bagi sebagian orang, kekaguman terhadap Bung Karno hanyalah sebatas sejarah. Namun bagi sebagian lainnya, Bung Karno adalah sumber inspirasi hidup.
Sosok yang bukan hanya memerdekakan Indonesia dari penjajahan fisik, tetapi juga mengajarkan pentingnya harga diri bangsa, keberanian melawan ketidakadilan, serta persatuan rakyat.
Bung Karno dan Semangat Nasionalisme
Tidak bisa dipungkiri, nama besar Bung Karno masih sangat melekat di hati rakyat Indonesia. Beliau dikenal sebagai orator ulung, pemimpin revolusi, sekaligus simbol keberanian bangsa Asia-Afrika dalam melawan kolonialisme dunia.
Dirut PT Ronggolawe News tampaknya ingin membawa semangat itu ke dalam dunia media. Sebab hari ini, perjuangan tidak lagi menggunakan bambu runcing, melainkan melalui informasi, pemberitaan, dan keberanian menyuarakan kebenaran.
Di era modern, media memiliki peran yang sangat penting. Media bisa menjadi alat pemersatu bangsa, tetapi juga bisa menjadi alat pemecah belah jika disalahgunakan. Karena itulah, prinsip “Berani, Tegas, dan Setia” yang tertulis dalam ilustrasi tersebut menjadi pesan moral yang cukup kuat.
Berani dalam mengungkap fakta.
Tegas dalam menyampaikan kebenaran.
Dan setia terhadap kepentingan rakyat serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nilai-nilai seperti inilah yang dahulu sering disampaikan Bung Karno kepada rakyat Indonesia. Ia ingin bangsa ini menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri, tidak mudah tunduk terhadap tekanan asing, dan tetap memiliki identitas nasional yang kuat.
Media Bukan Sekadar Bisnis
Dalam pandangan banyak orang, media saat ini hanya dipandang sebagai industri bisnis semata. Kejar klik, viral, sensasi, dan keuntungan iklan menjadi prioritas utama.
Namun semangat yang terlihat dalam ilustrasi Ronggolawe News justru menghadirkan kesan berbeda.
Ada nuansa perjuangan di dalamnya.
Logo banteng merah yang identik dengan keberanian dan perlawanan menggambarkan karakter rakyat kecil yang tidak takut menghadapi tekanan.
Sedangkan gaya visual yang enerjik dan penuh ledakan warna seolah menunjukkan semangat revolusioner ala Bung Karno yang terkenal berapi-api saat berpidato.
Bung Karno pernah berkata:
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”
Kalimat itu bukan hanya slogan kosong. Dalam konteks media hari ini, menghormati jasa pahlawan bisa diwujudkan dengan menjaga persatuan bangsa, mengedukasi masyarakat, melawan hoaks, dan membela kepentingan rakyat kecil.
Jika media hanya menjadi alat propaganda kepentingan kelompok tertentu, maka perlahan bangsa ini akan kehilangan arah. Tetapi jika media tetap memegang idealisme dan keberanian moral, maka media akan menjadi salah satu benteng terakhir demokrasi.
Sosok Pemuda dan Harapan Generasi Baru
Ilustrasi anak muda dalam gambar tersebut juga menarik perhatian. Sosoknya tampil santai, modern, percaya diri, tetapi tetap membawa simbol perjuangan rakyat. Ini seolah menjadi pesan bahwa nasionalisme tidak harus tampil kuno atau kaku.
Generasi muda hari ini bisa tetap gaul, kreatif, modern, tetapi tetap cinta tanah air.
Hal inilah yang mungkin ingin dibangun oleh Dirut PT Ronggolawe News. Bahwa semangat Bung Karno harus diwariskan kepada generasi digital masa kini.
Nasionalisme tidak boleh mati hanya karena perkembangan teknologi dan budaya luar.
Di tengah maraknya konten negatif, generasi muda membutuhkan media yang mampu memberikan inspirasi, keberanian, dan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia.
Kritik Sosial dan Realita Bangsa
Namun di sisi lain, semangat Bung Karno juga tidak boleh berhenti pada simbol dan slogan semata. Nasionalisme harus dibuktikan melalui tindakan nyata.
Hari ini rakyat masih menghadapi berbagai persoalan:
Kemiskinan
Korupsi
Ketidakadilan hukum
Pengangguran
Mafia energi dan pangan
Penyalahgunaan kekuasaan
Informasi hoaks yang memecah masyarakat
Di sinilah media memiliki tanggung jawab moral yang besar. Media harus menjadi mata dan telinga rakyat. Media tidak boleh takut mengkritik jika memang ada penyimpangan terhadap kepentingan bangsa.
Karena sejatinya Bung Karno sendiri adalah sosok yang berani melawan ketidakadilan, bahkan ketika harus menghadapi tekanan besar dari penjajah maupun lawan politiknya.
Ronggolawe News dan Semangat Perlawanan Moral
Nama “Ronggolawe” sendiri memiliki sejarah panjang dalam budaya Nusantara. Tokoh Ronggolawe dikenal sebagai simbol keberanian, ketegasan, dan jiwa ksatria.
Ketika nama itu dipadukan dengan semangat Bung Karno, lahirlah gambaran media yang ingin tampil berani dan tidak mudah tunduk terhadap tekanan.
Ilustrasi tersebut akhirnya bukan hanya sekadar desain visual. Ia menjadi representasi identitas:
nasionalis,
berani,
dekat dengan rakyat,
dan memiliki semangat perjuangan.
Tentu perjalanan media independen tidak mudah. Tekanan ekonomi, persaingan digital, hingga ancaman kepentingan politik bisa datang kapan saja. Namun idealisme tetap menjadi fondasi penting.
Penutup
Kekaguman Dirut PT Ronggolawe News terhadap Bung Karno bukan sekadar romantisme sejarah. Lebih dari itu, ada pesan kuat tentang bagaimana semangat perjuangan harus terus hidup dalam dunia media modern.
Indonesia hari ini membutuhkan lebih banyak anak muda yang berani berbicara benar, mencintai bangsanya, dan tidak malu menunjukkan nasionalisme.
Karena bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang memiliki sumber daya melimpah, tetapi bangsa yang masih memiliki jiwa perjuangan di dalam hati rakyatnya.
Dan selama masih ada orang-orang yang menjaga api nasionalisme itu tetap menyala, semangat Bung Karno tidak akan pernah benar-benar padam di bumi Indonesia.
Penulis adalah Pemimpin Redaksi Media Ronggolawe News






















