MOJOKERTO | Ronggolawe News — Menjalankan amanah sebagai wakil rakyat, anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Hakim, S.Hi., M.H., kembali turun langsung menemui masyarakat melalui kegiatan reses tahap II Tahun 2026.
Kegiatan penyerapan aspirasi tersebut dilaksanakan di kediaman Abdul Hakim, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (6/9/2026) siang hingga selesai.
Reses menjadi salah satu ruang penting bagi anggota DPRD untuk mendengar secara langsung kebutuhan, keluhan, serta usulan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Sooko, Puri, dan Trowulan.
Dalam sambutannya, Abdul Hakim yang akrab disapa Gus Hakim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Mojokerto.
Ia ingin memastikan berbagai aspirasi masyarakat dapat dihimpun dan diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
“Saya ingin menyerap aspirasi atau keinginan warga semuanya yang selama ini sudah banyak membantu saya menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dengan memilih saya,” ungkap Hakim.
Kesehatan dan Pendidikan Jadi Fokus
Dalam reses tahap II tersebut, Hakim menyebut peningkatan pelayanan publik menjadi salah satu perhatian utama, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan.
Di bidang kesehatan, ia menyoroti masih adanya masyarakat kurang mampu yang menghadapi persoalan dalam pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan. Salah satu upaya yang menjadi perhatian adalah memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses melalui skema jaminan kesehatan yang ditanggung pemerintah daerah, termasuk KIS daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara di sektor pendidikan, Hakim mencontohkan adanya perhatian terhadap kesejahteraan guru Madrasah/TPQ atau pengajar pendidikan keagamaan. Ia menyebut terdapat peningkatan honor yang sebelumnya berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp500 ribu menjadi sekitar Rp1,2 juta.
Menurutnya, peningkatan dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperhatikan para pengajar yang memiliki peran penting dalam pendidikan keagamaan masyarakat.
Selain itu, Hakim juga menyampaikan rencana penyediaan speaker aktif yang dapat dimanfaatkan oleh masing-masing PAC untuk menunjang berbagai kegiatan masyarakat.
“Kalau ada usulan apa pun, Gus Hakim insyaallah kita tampung,” tegasnya.
Warga Sampaikan Kebutuhan Organisasi dan Kegiatan Keagamaan
Dalam sesi dialog, masyarakat tidak hanya menyampaikan aspirasi terkait program pemerintah, tetapi juga kebutuhan organisasi dan kegiatan sosial-keagamaan.
Sejumlah usulan yang muncul di antaranya pengadaan seragam Muslimat, perlengkapan kegiatan Banjari, serta alat Terbangan.
Aspirasi tersebut menjadi bagian dari masukan yang akan dihimpun untuk selanjutnya dipelajari dan diperjuangkan melalui mekanisme yang tersedia.
Hakim menegaskan bahwa setiap usulan masyarakat akan ditampung terlebih dahulu. Selanjutnya, proposal yang telah masuk akan diproses sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran daerah.
Dr Rahmi Ingatkan Bahaya Pinjamkan Rekening dan Bijak Bermedia Sosial
Sementara itu, Dr. Rahmi L. Mubarokah, M.Pd., CH, Ketua Fatayat NU Kabupaten Mojokerto yang juga merupakan istri Abdul Hakim, turut memberikan pesan kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Rahmi mengingatkan agar ibu-ibu lebih berhati-hati dalam menggunakan rekening pribadi. Ia meminta masyarakat tidak sembarangan meminjamkan rekening kepada pihak lain, terlebih jika berpotensi digunakan untuk aktivitas pinjaman online (pinjol) yang tidak diketahui secara jelas.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus diikuti dengan kewaspadaan dan kecermatan dalam menggunakan gadget maupun media sosial.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengunggah atau menjadikan suatu informasi sebagai story sebelum memahami kebenaran dan konteks informasi tersebut.
Pesan tersebut dinilai penting karena masyarakat kini semakin dekat dengan berbagai informasi digital yang dapat dengan mudah disebarkan hanya melalui telepon genggam.
Rahmi juga menyinggung pentingnya memahami berbagai materi keagamaan dengan baik dan mengikuti rujukan yang telah disepakati oleh para ulama atau kiai yang menjadi rujukan masyarakat.
Aspirasi Akan Diajukan ke DPRD
Menutup kegiatan reses, Abdul Hakim kembali menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Aspirasi yang telah disampaikan masyarakat akan dihimpun dan ditindaklanjuti melalui jalur DPRD Kabupaten Mojokerto.
Proposal yang telah masuk akan diajukan untuk selanjutnya diproses sesuai mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah.
“Reses tahap kedua DPRD Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 ini akan menyerap aspirasi secara langsung. Oleh karena itu, proposal yang sudah masuk nanti akan diajukan langsung ke DPRD Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya.
Kegiatan reses di Desa Watesumpak tersebut menjadi ruang komunikasi langsung antara masyarakat dan wakil rakyat. Berbagai persoalan mulai kesehatan, pendidikan, kesejahteraan pengajar keagamaan hingga kebutuhan organisasi masyarakat menjadi bahan masukan yang diharapkan dapat dikawal hingga masuk dalam agenda pembangunan daerah.
Kini, tantangannya adalah memastikan aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan dalam forum reses, tetapi dapat dipilah berdasarkan prioritas, kewenangan, dan kemampuan anggaran sehingga benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat Dapil 3 Kabupaten Mojokerto.
(Heni/ADV)























