TUBAN | Media Ronggolawe News – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar kegiatan “Diskusi dan Ngopi Bareng Cak Ony” dengan tema “Pemikiran Soekarno dan Relevansinya”, Selasa (30/6/2026) pukul 19.00 WIB di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban.
Kegiatan ini menghadirkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ony Setiawan, SE, sebagai narasumber utama.
Forum tersebut dirancang menjadi ruang dialog terbuka bagi kader partai, generasi muda, mahasiswa, serta masyarakat untuk mengkaji kembali gagasan-gagasan besar Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dalam menjawab tantangan kebangsaan masa kini.
Dalam materi yang disiapkan, Ony Setiawan menegaskan bahwa pemikiran Soekarno tidak cukup dipahami sebagai bagian dari sejarah, tetapi harus dijadikan landasan berpikir dalam menghadapi persoalan bangsa yang terus berkembang.
Menurutnya, salah satu pokok penting pemikiran Bung Karno adalah hubungan erat antara Pancasila dan Marhaenisme.
“Bagi Soekarno, Pancasila merupakan philosophische grondslag atau landasan filosofis sekaligus Weltanschauung atau pandangan hidup bangsa Indonesia yang digali dari nilai-nilai asli Nusantara,” jelas Ony dalam materi diskusinya.
Ia menambahkan bahwa Marhaenisme merupakan pisau analisa atau ideologi perjuangan yang memastikan nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai slogan, hafalan, maupun simbol formal semata.
“Marhaenisme mengingatkan bahwa tujuan akhir ber-Pancasila dan bernegara adalah menghapus segala bentuk penindasan manusia atas manusia serta mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Pancasila sebagai Asas, Marhaenisme sebagai Pisau Analisa
Dalam perspektif PDI Perjuangan, Ony menjelaskan bahwa Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 dengan jiwa kelahirannya pada 1 Juni 1945 merupakan asas partai.
Sementara itu, Marhaenisme ditempatkan sebagai pisau analisa dalam menjalankan perjuangan politik melalui organisasi partai.
Karena itu, menurutnya, setiap kader PDI Perjuangan memiliki kewajiban moral dan ideologis untuk mengenal, memahami, serta mengimplementasikan pemikiran-pemikiran Soekarno dalam kehidupan politik maupun sosial.
“Pemahaman terhadap pemikiran Bung Karno bukan sekadar kebutuhan akademik, tetapi menjadi fondasi perjuangan kader dalam mengawal kepentingan rakyat,” ungkapnya.
Marhaenisme sebagai Ideologi Perlawanan
Dalam paparannya, Ony juga menjelaskan bahwa Marhaenisme lahir sebagai bentuk perlawanan terhadap berbagai sistem penindasan.
Menurutnya, ideologi tersebut merupakan respons atas praktik kapitalisme, kolonialisme, dan imperialisme yang selama berabad-abad menimbulkan ketimpangan sosial dan ekonomi.
Marhaenisme, lanjut Ony, mengajarkan keberpihakan kepada rakyat kecil agar memperoleh keadilan, kesempatan yang sama, serta kesejahteraan yang merata.
Dialektika untuk Perubahan
Ony juga mengulas metode berpikir dialektis yang dikenal melalui konsep tesis, antitesis, dan sintesis.
Baginya, perbedaan pandangan tidak harus dipandang sebagai ancaman, tetapi menjadi proses intelektual untuk melahirkan kebijakan yang lebih baik.
“Melalui dialektika, berbagai kritik dan gagasan dapat dipertemukan untuk menghasilkan sintesis yang membawa kemajuan bangsa,” ujarnya.
Posisi PDI Perjuangan sebagai Penyeimbang Pemerintahan
Dalam kesempatan tersebut, Ony turut menjelaskan posisi politik PDI Perjuangan saat ini sebagai partai penyeimbang dalam pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa sikap politik partai bukan didasarkan pada kepentingan kekuasaan semata, melainkan pada kepentingan rakyat.
Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat akan didukung sepenuhnya.
Sebaliknya, apabila terdapat kebijakan yang dinilai kurang tepat, PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab untuk memberikan kritik dan koreksi secara konstruktif.
“Yang baik dan sesuai kepentingan rakyat kita dukung. Yang belum baik kita kritisi dan koreksi agar menjadi lebih baik. Itulah fungsi penyeimbang dalam sistem demokrasi,” tegas Ony.
Festival Video Kreatif Meriahkan Peringatan Bulan Bung Karno 2026, Pemenang Terima Apresiasi dari DPC PDI Perjuangan Tuban
Suasana peringatan Bulan Bung Karno 2026 yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban semakin semarak dengan penyerahan apresiasi kepada para pemenang Festival Video Kreatif, Selasa (30/6/2026) malam.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan usai rangkaian Diskusi dan Ngopi Bareng Cak Ony bertema “Pemikiran Soekarno dan Relevansinya” di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban.
Festival tersebut menjadi bagian dari upaya mengajak generasi muda mengekspresikan gagasan, kreativitas, dan semangat nasionalisme melalui media digital. Para peserta ditantang menyajikan karya video yang mengangkat nilai-nilai perjuangan Bung Karno dengan pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam suasana penuh keakraban, sejumlah pemenang menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas karya dan dedikasi mereka. Penyerahan penghargaan disambut tepuk tangan para peserta diskusi, kader partai, mahasiswa, serta masyarakat yang hadir.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ony Setiawan, SE, menyampaikan bahwa festival video kreatif merupakan salah satu cara membangun ruang ekspresi bagi generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai kebangsaan.
Menurutnya, semangat Bung Karno harus mampu diterjemahkan ke dalam bahasa dan media yang akrab dengan anak muda saat ini, sehingga pesan-pesan tentang nasionalisme, persatuan, dan keadilan sosial dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Generasi muda memiliki kreativitas yang luar biasa. Melalui karya video, mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan berkarya, tetapi juga ikut menyebarluaskan nilai-nilai perjuangan dan kecintaan kepada bangsa,” ujarnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga diharapkan mampu melahirkan konten-konten edukatif yang memperkuat semangat kebangsaan di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
Rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Tuban tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa Proklamator RI, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara kader partai, akademisi, komunitas kreatif, dan generasi muda dalam menjaga serta mengaktualisasikan pemikiran Bung Karno di era digital.
Ruang Dialog untuk Generasi Muda
Melalui kegiatan “Diskusi dan Ngopi Bareng Cak Ony”, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban berharap semangat nasionalisme dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dapat terus hidup di tengah generasi muda.
Diskusi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan jati diri bangsa Indonesia.
(Redaksi | Media Ronggolawe News
Mengabarkan)






















