Minggu, Oktober 4, 2026
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami
id Indonesian▼
X
en Englishid Indonesian
Ronggolawe News
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
    Ony Pilih Bahas Kemiskinan, Bukan Dapil

    Ony Pilih Bahas Kemiskinan, Bukan Dapil

    Nota Penjelasan Raperda Perubahan APBD Mojokerto 2026 Pendapatan Mojokerto Turun Rp124,3 Miliar

    Nota Penjelasan Raperda Perubahan APBD Mojokerto 2026 Pendapatan Mojokerto Turun Rp124,3 Miliar

    Reses Tahap II di Kedungmaling, Bunda Puji Serap Aspirasi Warga dan Soroti Pelayanan Publik

    Reses Tahap II di Kedungmaling, Bunda Puji Serap Aspirasi Warga dan Soroti Pelayanan Publik

    Reses Tahap II di Beloh, Imam Sutarso Soroti Kesehatan, Pendidikan, Bedah Rumah hingga Potensi Wisata Trowulan

    Reses Tahap II di Beloh, Imam Sutarso Soroti Kesehatan, Pendidikan, Bedah Rumah hingga Potensi Wisata Trowulan

    Reses Tahap II, Mbak Anik Serap Aspirasi Warga Dapil 3 Mojokerto: Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Sorotan

    Reses Tahap II, Mbak Anik Serap Aspirasi Warga Dapil 3 Mojokerto: Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Sorotan

    Reses Tahap II di Brangkal, Agus Fauzan Fokus Perjuangkan Layanan Kesehatan dan Aspirasi Warga Dapil 3

    Reses Tahap II di Brangkal, Agus Fauzan Fokus Perjuangkan Layanan Kesehatan dan Aspirasi Warga Dapil 3

    Trending Tags

    • Tuban
  • Pendidikan
    Dinonaktifkan Usai Ungkap Dugaan Pelecehan Seksual Siswa, Status dan Haknya Dipertanyakan

    Dinonaktifkan Usai Ungkap Dugaan Pelecehan Seksual Siswa, Status dan Haknya Dipertanyakan

    Sekolah Rakyat Terintegrasi I Tuban Resmi Dimulai, Bupati Lindra Sebut Jadi Investasi Besar Menuju Generasi Emas 2045

    Sekolah Rakyat Terintegrasi I Tuban Resmi Dimulai, Bupati Lindra Sebut Jadi Investasi Besar Menuju Generasi Emas 2045

    Teror Penagihan ke Sekolah: Ujian Perlindungan Privasi dan Tanggung Jawab Institusi Pendidikan

    Teror Penagihan ke Sekolah: Ujian Perlindungan Privasi dan Tanggung Jawab Institusi Pendidikan

    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
    Ony Pilih Bahas Kemiskinan, Bukan Dapil

    Ony Pilih Bahas Kemiskinan, Bukan Dapil

    Nota Penjelasan Raperda Perubahan APBD Mojokerto 2026 Pendapatan Mojokerto Turun Rp124,3 Miliar

    Nota Penjelasan Raperda Perubahan APBD Mojokerto 2026 Pendapatan Mojokerto Turun Rp124,3 Miliar

    Reses Tahap II di Kedungmaling, Bunda Puji Serap Aspirasi Warga dan Soroti Pelayanan Publik

    Reses Tahap II di Kedungmaling, Bunda Puji Serap Aspirasi Warga dan Soroti Pelayanan Publik

    Reses Tahap II di Beloh, Imam Sutarso Soroti Kesehatan, Pendidikan, Bedah Rumah hingga Potensi Wisata Trowulan

    Reses Tahap II di Beloh, Imam Sutarso Soroti Kesehatan, Pendidikan, Bedah Rumah hingga Potensi Wisata Trowulan

    Reses Tahap II, Mbak Anik Serap Aspirasi Warga Dapil 3 Mojokerto: Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Sorotan

    Reses Tahap II, Mbak Anik Serap Aspirasi Warga Dapil 3 Mojokerto: Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Sorotan

    Reses Tahap II di Brangkal, Agus Fauzan Fokus Perjuangkan Layanan Kesehatan dan Aspirasi Warga Dapil 3

    Reses Tahap II di Brangkal, Agus Fauzan Fokus Perjuangkan Layanan Kesehatan dan Aspirasi Warga Dapil 3

    Trending Tags

    • Tuban
  • Pendidikan
    Dinonaktifkan Usai Ungkap Dugaan Pelecehan Seksual Siswa, Status dan Haknya Dipertanyakan

    Dinonaktifkan Usai Ungkap Dugaan Pelecehan Seksual Siswa, Status dan Haknya Dipertanyakan

    Sekolah Rakyat Terintegrasi I Tuban Resmi Dimulai, Bupati Lindra Sebut Jadi Investasi Besar Menuju Generasi Emas 2045

    Sekolah Rakyat Terintegrasi I Tuban Resmi Dimulai, Bupati Lindra Sebut Jadi Investasi Besar Menuju Generasi Emas 2045

    Teror Penagihan ke Sekolah: Ujian Perlindungan Privasi dan Tanggung Jawab Institusi Pendidikan

    Teror Penagihan ke Sekolah: Ujian Perlindungan Privasi dan Tanggung Jawab Institusi Pendidikan

    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    PGRI Tuban Ketuk Nurani Bupati, Nasib 39 Guru PPPK Terkatung di Tengah Kekosongan Kebijakan

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Absensi Digital Jadi Palu Kebijakan: 41 PPPK Tuban Tersingkir di Era Sistem Tanpa Toleransi

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

    Dugaan Korupsi Rp64 Miliar di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kejati Jatim Naikkan Status ke Penyidikan

  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Ronggolawe News
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Ony Pilih Bahas Kemiskinan, Bukan Dapil

avatar by Ronggolawe News
4 Oktober 2026
in Peristiwa, Politik
7 min read
0
Ony Pilih Bahas Kemiskinan, Bukan Dapil
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

TUBAN, RONGGOLAWE NEWS — Di tengah menghangatnya isu politik mengenai kemungkinan perubahan daerah pemilihan (dapil) DPRD Kabupaten Tuban, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban sekaligus anggota DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, SE, memilih menggeser perhatian pada persoalan yang dinilainya jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

RelatedPosts

Hari Ini Kades Talun Dipanggil Satreskrim Polresta Tuban, Polemik Tanah Sutikno Masuk Babak Baru

Constatering Aset Kades Temandang, Utang Rp3,1 Miliar Jadi Sorotan Putusan Sudah Berkekuatan Hukum, Kepemilikan Aset Kini Dipersoalkan

Nota Penjelasan Raperda Perubahan APBD Mojokerto 2026 Pendapatan Mojokerto Turun Rp124,3 Miliar

Menurut Ony, pembahasan mengenai kemungkinan pemecahan dapil memang menjadi bagian dari dinamika politik dan kepemiluan.

Namun, untuk saat ini pihaknya memilih tidak masuk terlalu jauh ke dalam perdebatan teknis tersebut sembari menunggu proses revisi Undang-Undang Pemilu yang sedang dibahas di DPR RI.

Sementara itu, pembahasan RUU Pemilu memang masih berlangsung. DPR RI melalui Komisi II menyatakan proses penyusunan revisi UU Pemilu terus dilakukan dengan membuka ruang partisipasi publik. Materi revisi antara lain berkaitan dengan berbagai aspek sistem pemilu, termasuk daerah pemilihan dan alokasi kursi.

Ony mengatakan, PDI Perjuangan Tuban sebenarnya telah memiliki kajian mengenai alasan dan skema pemecahan dapil. Namun, ia menilai persoalan tersebut bukan satu-satunya persoalan yang harus mendapatkan perhatian politik saat ini.

“Kami tidak ingin menanggapi detail soal ini. Isu ini cukup disinggung saja. Intinya, kita sembari menunggu hasil revisi UU Pemilu yang sedang dibahas di DPR RI,” ujar Ony, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, politik pada akhirnya harus kembali kepada persoalan rakyat. Karena itu, perhatian terhadap kemiskinan, kekurangan air bersih, kekeringan, akses pelayanan dasar dan penguatan ekonomi masyarakat desa tidak boleh tersisih oleh perdebatan mengenai desain dapil.

Ony: Rakyat Punya Masalah Lebih Mendesak

Ony menilai masyarakat Tuban saat ini menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan kerja nyata dan tidak bisa hanya diselesaikan melalui wacana politik.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah kemiskinan di wilayah pedesaan.

Ia menyebut, persoalan kemiskinan tidak cukup diatasi hanya dengan pemberian bantuan. Menurutnya, bantuan sosial tetap diperlukan untuk mengurangi beban masyarakat miskin, tetapi harus berjalan bersamaan dengan program yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

BPS Kabupaten Tuban sendiri menyediakan indikator kemiskinan sebagai bagian dari statistik kesejahteraan daerah. BPS juga mencatat bahwa pemerintah daerah telah melakukan langkah pemutakhiran dan verifikasi data kemiskinan untuk meningkatkan ketepatan sasaran program bantuan.

“Yang ingin saya bicarakan adalah bagaimana penanggulangan kemiskinan di Tuban. Banyak persoalan masyarakat yang harus kita dengarkan dan perjuangkan,” kata Ony.

Ia mencontohkan persoalan kekurangan air bersih akibat kekeringan sebagai salah satu masalah yang secara langsung dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

Bagi Ony, persoalan semacam itu membutuhkan kehadiran pemerintah, wakil rakyat, partai politik, pemerintah desa, dunia usaha dan masyarakat secara bersama-sama.

Kemiskinan Tak Bisa Diatasi Parsial

Ony berpandangan, strategi pengentasan kemiskinan di pedesaan harus dilakukan secara terpadu.

Sedikitnya ada tiga pendekatan yang menurutnya perlu berjalan bersamaan, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat infrastruktur dasar dan kualitas sumber daya manusia.

Pengurangan beban masyarakat dapat dilakukan melalui program bantuan sosial dan subsidi yang benar-benar tepat sasaran.

Program seperti PKH, bantuan pangan, BLT Dana Desa, akses Jaminan Kesehatan Nasional, penguatan Posyandu, hingga perbaikan rumah tidak layak huni merupakan instrumen yang menurutnya tetap penting.
Namun, bantuan tidak boleh berhenti pada pola konsumtif.

“Kalau hanya memberikan bantuan tanpa menciptakan sumber pendapatan baru, persoalan kemiskinan tidak akan selesai secara mendasar,” ujarnya.

Karena itu, menurut Ony, masyarakat desa harus didorong agar memiliki sumber penghasilan yang lebih kuat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.

Pertanian dan UMKM Harus Diperkuat

Tuban memiliki basis ekonomi masyarakat yang cukup kuat pada sektor pertanian, perikanan, perdagangan dan usaha mikro.

Potensi tersebut, kata Ony, harus dikembangkan menjadi rantai ekonomi yang memberikan nilai tambah lebih besar kepada masyarakat.

Petani tidak semestinya hanya menjadi pihak yang menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah. Demikian pula nelayan tidak cukup hanya menjual hasil tangkapan tanpa memperoleh nilai tambah dari proses pengolahan.

Karena itu, pengembangan agroindustri, UMKM, perikanan, pengolahan hasil pertanian, agrowisata dan ekonomi kreatif dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih besar.

“Potensi ekonomi lokal harus dikembangkan. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi produsen bahan mentah, sementara keuntungan terbesar justru dinikmati di luar daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pengolahan produk pertanian dapat membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus memperpanjang rantai ekonomi di desa.

Jagung, misalnya, tidak hanya dipandang sebagai hasil panen yang dijual setelah dipanen. Komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi bahan baku industri pangan, pakan ternak maupun berbagai produk turunan lainnya.

Begitu pula hasil perikanan. Dengan fasilitas pengolahan, pengemasan, penyimpanan dan pemasaran yang baik, hasil tangkapan nelayan dapat mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.

BUMDes dan Koperasi Jangan Sekadar Nama

Dalam konteks pemberdayaan masyarakat desa, Ony juga menyoroti pentingnya optimalisasi BUMDes dan koperasi.

Menurut dia, lembaga ekonomi desa seharusnya tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi benar-benar mampu menjadi motor kegiatan ekonomi masyarakat.

BUMDes dapat diarahkan untuk mengelola potensi yang tersedia di masing-masing desa, sementara koperasi dapat menjadi instrumen penguatan akses permodalan, sarana produksi, pemasaran hingga distribusi.

Dengan demikian, masyarakat tidak selalu bergantung kepada bantuan pemerintah.

“BUMDes dan koperasi harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa. Harus ada usaha produktif yang memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelasnya.

Infrastruktur Menjadi Bagian Penting

Ony juga mengingatkan bahwa penguatan ekonomi masyarakat tidak akan berjalan maksimal jika persoalan infrastruktur dasar belum diselesaikan.

Jalan desa, jaringan air bersih, listrik, jaringan internet dan akses transportasi menjadi bagian penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan.

Jalan yang baik, misalnya, akan mempermudah petani membawa hasil panen menuju pasar.

Akses internet juga semakin penting karena pemasaran produk desa kini tidak hanya bergantung pada pasar tradisional.

Produk UMKM dapat dipasarkan melalui platform digital sehingga jangkauan konsumen menjadi lebih luas.

Namun, semua itu membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Pelatihan Harus Sesuai Potensi Desa

Ony menilai pelatihan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata.
Pelatihan tidak boleh sekadar mengejar jumlah peserta atau sertifikat.

Masyarakat harus mendapatkan keterampilan yang bisa digunakan untuk memperoleh penghasilan.

Desa pertanian dapat mengembangkan pelatihan pengolahan hasil pertanian, mekanisasi pertanian, pemasaran digital atau kewirausahaan.

Sementara desa pesisir dapat diarahkan pada pengolahan hasil perikanan, pengemasan, pemasaran dan pengembangan usaha berbasis kelautan.

Dengan pendekatan tersebut, pelatihan diharapkan tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi berlanjut menjadi kegiatan ekonomi.

Pemerintah, Desa dan Swasta Harus Bersinergi

Menurut Ony, penanggulangan kemiskinan bukan pekerjaan satu lembaga.
Pemerintah pusat dan daerah memiliki peran dalam kebijakan, anggaran dan program.

Pemerintah desa memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat.
BUMDes dan koperasi dapat menjadi penggerak ekonomi.

Sementara dunia usaha dapat berperan melalui investasi, kemitraan, penyerapan produk, penguatan rantai pasok serta program tanggung jawab sosial perusahaan.

Masyarakat sendiri harus ditempatkan sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima program.

“Pemerintah, masyarakat, kelembagaan desa dan dunia usaha harus duduk bersama. Kemiskinan harus ditangani secara terpadu,” kata Ony.

DPC PDI Perjuangan Diminta Turun ke Desa

Dalam kaitan tersebut, Ony mengatakan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban tidak hanya mengandalkan kerja anggota fraksi di lembaga legislatif.

Struktur partai di tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa, menurutnya, juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendengar persoalan masyarakat.

Ony menyebut kader partai harus menjadi penghubung komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

“DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban selain menugaskan para anggota fraksi untuk memperjuangkan kepentingan wong cilik, juga menugaskan pengurus partai melakukan pendampingan kepada masyarakat desa guna meningkatkan kesadaran sosial, memperkuat solidaritas dan menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah,” tegasnya.

Konsep tersebut menempatkan kader bukan hanya sebagai aktor dalam momentum pemilu, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Soal Enam Dapil, Ini Usulannya

Meski tidak ingin memperpanjang pembahasan mengenai isu pemecahan dapil, Ony menyampaikan bahwa PDI Perjuangan telah memiliki kajian dan gambaran usulan apabila perubahan dapil nantinya menjadi bagian dari kebijakan kepemiluan.

Berdasarkan skema yang disampaikan Ony, Kabupaten Tuban yang saat ini memiliki 50 kursi DPRD dan terbagi dalam lima dapil, berpotensi menjadi enam dapil.

Adapun usulan pembagian yang disampaikan adalah:

Tuban 1 — 8 kursi
Kecamatan Tuban dan Semanding.

Tuban 2 — 9 kursi
Kecamatan Palang, Plumpang dan Widang.

Tuban 3 — 8 kursi
Kecamatan Soko, Rengel dan Grabagan.

Tuban 4 — 9 kursi
Kecamatan Bangilan, Senori, Kenduruan, Singgahan dan Parengan.

Tuban 5 — 9 kursi
Kecamatan Jenu, Tambakboyo, Bancar dan Jatirogo.

Tuban 6 — 7 kursi
Kecamatan Merakurak, Kerek dan Montong.

Jika dijumlahkan, enam dapil tersebut tetap mencakup 50 kursi.

Namun, penting ditegaskan bahwa skema tersebut merupakan usulan/kajian politik yang disampaikan Ony, bukan pembagian dapil resmi yang sudah ditetapkan untuk Pemilu 2029.

Perubahan resmi mengenai dapil maupun alokasi kursi nantinya tetap bergantung pada kerangka hukum kepemiluan yang berlaku dan keputusan lembaga penyelenggara sesuai ketentuan perundang-undangan.

Politik Diharapkan Kembali ke Rakyat
Bagi Ony, perdebatan mengenai dapil pada akhirnya tetap harus ditempatkan dalam konteks yang lebih besar, yakni bagaimana sistem politik dapat menghasilkan keterwakilan masyarakat yang efektif.

Ia mengatakan dirinya tidak ingin energi politik terlalu banyak terserap untuk membahas desain dapil ketika masyarakat masih berhadapan dengan persoalan air bersih, kemiskinan, pendapatan, pekerjaan dan kebutuhan dasar lainnya.

Terlebih, proses revisi UU Pemilu masih berjalan di tingkat nasional.

DPR RI pada 2026 menyatakan pembahasan revisi UU Pemilu dilakukan dengan kajian terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pemilu dan tetap membuka ruang partisipasi publik.

Karena itu, menurut Ony, saat ini yang lebih penting adalah memastikan persoalan konkret masyarakat tetap menjadi perhatian.

“Pemilu memang penting. Dapil juga penting. Tetapi rakyat hari ini juga punya persoalan yang harus segera kita jawab. Ada masyarakat yang membutuhkan air bersih, ada persoalan kemiskinan, ada persoalan ekonomi. Itu yang harus kita dengarkan,” ujarnya.

Bukan Sekadar Bantuan, Tetapi Kemandirian

Gagasan Ony tersebut pada akhirnya menempatkan penanggulangan kemiskinan bukan semata-mata sebagai persoalan bantuan sosial.
Ada persoalan produktivitas, akses modal, pasar, pendidikan, keterampilan, infrastruktur serta keberanian membangun usaha di tingkat lokal.

Bantuan tetap dibutuhkan bagi masyarakat yang memang berada dalam kondisi rentan. Tetapi pada saat yang sama, harus ada jalan keluar agar keluarga penerima manfaat secara bertahap mampu meningkatkan pendapatannya.
Di sinilah pembangunan ekonomi desa menjadi penting.

Ketika petani memperoleh harga yang layak, nelayan memiliki akses pasar, UMKM mendapatkan modal dan pendampingan, BUMDes berjalan produktif, anak muda mendapatkan keterampilan serta dunia usaha mau membangun kemitraan dengan masyarakat lokal, maka ekonomi desa berpotensi bergerak lebih kuat.

Dan ketika ekonomi desa bergerak, persoalan kemiskinan tidak lagi hanya dibicarakan melalui angka statistik, tetapi mulai disentuh dari sumber persoalannya.

BPS sendiri menempatkan data kesejahteraan, termasuk kemiskinan, sebagai instrumen penting untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan daerah.

Pada titik inilah, politik dituntut tidak berhenti pada perebutan ruang representasi, tetapi mampu memastikan ruang representasi tersebut benar-benar digunakan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

Bagi masyarakat Tuban, persoalannya sederhana: ketika kemarau datang, mereka membutuhkan air; ketika harga kebutuhan naik, mereka membutuhkan penghasilan yang cukup; ketika lapangan kerja terbatas, mereka membutuhkan peluang; dan ketika usaha kecil berjalan, mereka membutuhkan akses modal serta pasar.

Karena itu, wacana perubahan dapil boleh menjadi bagian dari diskursus demokrasi. Namun, sebagaimana ditegaskan Ony, persoalan keseharian masyarakat tetap membutuhkan perhatian dan kerja nyata.

Reportase Media Ronggolawe News mengabarkan.

Tags: Bukan DapilOnyPilih Bahas Kemiskinan
Previous Post

Insentif Dapur MBG Diubah: Dari Rp 6 Juta per Hari Menjadi Rp2.000 per Porsi

avatar

Ronggolawe News

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Ony Pilih Bahas Kemiskinan, Bukan Dapil
  • Insentif Dapur MBG Diubah: Dari Rp 6 Juta per Hari Menjadi Rp2.000 per Porsi
  • Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka, Kasus Korupsi MBG Masuk Jalur Koneksitas
  • Diduga Ambil Kayu Jati, Pembeli Belum Lunasi Rp56 Juta, Warga Tuban Mengadu ke Polisi
  • Warung Kopi Montong Dibobol Dini Hari, CCTV Tersembunyi Rekam Pelaku

Komentar Terbaru

  • Margaret936 pada Proyek Pemeliharaan Jalan di Mojokerto Diduga Gunakan Tanah Brungki, untuk Alas Cor, Kualitas Dipertanyakan

RelatedPosts

Hari Ini Kades Talun Dipanggil Satreskrim Polresta Tuban, Polemik Tanah Sutikno Masuk Babak Baru

Constatering Aset Kades Temandang, Utang Rp3,1 Miliar Jadi Sorotan Putusan Sudah Berkekuatan Hukum, Kepemilikan Aset Kini Dipersoalkan

Nota Penjelasan Raperda Perubahan APBD Mojokerto 2026 Pendapatan Mojokerto Turun Rp124,3 Miliar

Info Penting

Recent Post

Ony Pilih Bahas Kemiskinan, Bukan Dapil
Peristiwa

Ony Pilih Bahas Kemiskinan, Bukan Dapil

4 Oktober 2026
Insentif Dapur MBG Diubah: Dari Rp 6 Juta per Hari Menjadi Rp2.000 per Porsi
Makan Bergizi Gratis

Insentif Dapur MBG Diubah: Dari Rp 6 Juta per Hari Menjadi Rp2.000 per Porsi

3 Oktober 2026
Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka, Kasus Korupsi MBG Masuk Jalur Koneksitas
Makan Bergizi Gratis

Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka, Kasus Korupsi MBG Masuk Jalur Koneksitas

3 Oktober 2026
Diduga Ambil Kayu Jati, Pembeli Belum Lunasi Rp56 Juta, Warga Tuban Mengadu ke Polisi
Investigasi

Diduga Ambil Kayu Jati, Pembeli Belum Lunasi Rp56 Juta, Warga Tuban Mengadu ke Polisi

30 September 2026
Warung Kopi Montong Dibobol Dini Hari, CCTV Tersembunyi Rekam Pelaku
Hukum & Kriminal

Warung Kopi Montong Dibobol Dini Hari, CCTV Tersembunyi Rekam Pelaku

26 September 2026

Kategori

  • Berita Utama
  • Hewan kesayangan
  • Hukum & Kriminal
  • Iklan/Advetorial
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Kebudayaan dan Religi
  • Makan Bergizi Gratis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Seputar Jatim
  • Seputar Tambang
  • Seputar Tuban
  • Siaran Pers
  • Subsidi
  • TNI & POLRI
  • Tokoh
  • Tragedi nasional
  • Uncategorized

Ronggolawe News by IBII System

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Hukum & Kriminal
  • Info Kesehatan
  • Investigasi
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Seputar Jatim
    • Seputar Tuban
  • More
    • Olahraga
    • Tentang Kami

© 2020 ronggolawenews.com design ibi system

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In