TUBAN, Ronggolawe News – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar mulai memicu keresahan di Kabupaten Tuban. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terpantau kehabisan stok solar saat tim investigasi Ronggolawe News melakukan sidak lapangan, Rabu malam (29/04/2026).
Dari hasil pemantauan di beberapa titik, papan informasi solar habis terlihat terpasang di area SPBU, sementara sejumlah kendaraan berbahan bakar diesel terpaksa berbalik arah setelah mendapati stok kosong.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait distribusi dan pasokan BBM subsidi di daerah, terlebih solar merupakan kebutuhan vital bagi angkutan logistik, nelayan, pelaku usaha, hingga sektor produktif lainnya.
Di lapangan, beberapa pengguna kendaraan diesel tampak kecewa. Sebagian mengaku sudah berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain, namun tetap tidak memperoleh solar subsidi.
“Kalau begini terus, distribusi barang bisa terganggu. Operasional kami bergantung solar,” keluh seorang sopir truk yang ditemui di lokasi.
Sementara itu pengguna mobil pribadi sangat menyesalkan kelangkaan solar.
“Sangat kecewa dan marah kalau begini terus, mau bepergian jadi batal,” gerutunya.
Temuan tim investigasi Ronggolawe News menunjukkan persoalan ini bukan sekadar gangguan teknis sesaat, tetapi berpotensi mengarah pada problem pasokan atau distribusi yang perlu dijelaskan secara terbuka.
Ironisnya, di tengah kelangkaan di tingkat pengguna, pertanyaan publik justru mengarah pada apakah suplai memang berkurang, atau ada persoalan tata niaga distribusi yang bocor di lapangan.
Sebagaimana LPG subsidi yang kerap menuai polemik, solar bersubsidi pun kembali memunculkan isu klasik: subsidi untuk rakyat kecil kerap justru sulit diakses saat dibutuhkan.
Jika kondisi ini dibiarkan, dampaknya bukan hanya antrean dan keresahan, tetapi berpotensi mengganggu rantai ekonomi daerah, terutama sektor transportasi dan distribusi barang.
Pihak terkait, termasuk Pertamina dan instansi pengawas, didorong segera memberi penjelasan atas kelangkaan ini, termasuk memastikan apakah kuota pasokan untuk Tuban masih aman atau justru mengalami gangguan.
Fenomena ini juga menuntut pengawasan lebih ketat terhadap distribusi BBM subsidi. Sebab ketika SPBU kosong sementara kebutuhan tetap tinggi, publik wajar bertanya: solar subsidi sebenarnya habis di tangki, atau habis di jalur distribusi?
Ronggolawe News menilai persoalan ini tidak boleh dipandang sebagai kelangkaan biasa. Jika berulang tanpa solusi, ini bisa menjadi alarm serius atas rapuhnya tata kelola energi subsidi di daerah.
Tim investigasi Ronggolawe News akan terus menelusuri dugaan penyebab kelangkaan ini, termasuk kemungkinan adanya permainan distribusi yang merugikan masyarakat pengguna solar subsidi.
Reportase Media Ronggolawe News mengabarkan





















